Manusia Nusantara merupakan manusia yang memiliki keyakinan pada kekuasaan adikodrati, Tuhan, Allah, Sang Hyang, dan berbagai istilah lain. Manusia Nusantara menyadari bahwa dirinya hanyalah jagat kecil (mikrokosmos) yang berinteraksi dan menundukkan diri pada jagat besar (makrokosmos). Dengan berinteraksi pada makrokosmos manusia bisa mencapai kesempurnaan hidup.
Ekspresi terhadap keyakinan pada kekuasaan adikodrati, makrokosmos itu beragam, tiap suku memiliki tatacara tersendiri. Meski beragam, namun dapat disimpulkan ekspresi keyakinan itu diwujudkan dengan tiga jalan : (satu) Selalu ingat pada sang Adi Kodrati (eling), berbuat baik pada semesta (bertapa, menyepi, sedekah bumi, dan lain-lain), dan menjaga hubungan dengan sesama manusia dengan menjaga polah tingkah pribadi.
Dalam bahasa hipnosis, tiga jalan itu disebut mengakses pikiran bawah sadar. Dengan melalui tiga jalan itu manusia bisa mengalami kondisi yang disebut supranatural. Kepercayaan pada hal-hal supranatural itu, yang sering disebut sebagai okultisme. Okultisme sendiri memiliki kesepadanan dengan mistisism, dan kebatinan. Occultism, yang berangkat dari kata occult, occultus (Latin) dan occulere, bermakna tersembunyi. Disebut okultisme karena orang yang menjalankannya akan memiliki pengetahuan yang rahasia dan tersembunyi, yang sulit dipahami oleh orang awam. Namun sekarang, sesuatu yang dahulu dianggap occult, tersembunyi, ternyata dapat dijelaskan oleh pengetahuan, dan tidak lagi tersembunyi.
Okultisme bukanlah sihir atau supranatural, melainkan ilmu alamiah. Okultisme merupakan ilmu yang mempelajari pengetahuan tersembunyi pada diri sendiri dan di alam semesta. Tujuannya adalah mendapatkan pencerahan dan kebijaksanaan. Melalui pengenalan eksistensi diri (darimana kita berasal, untuk apa kita berada, dan kemana kita berkesudahan), manusia dapat mengenal Tuhannya.
Dalam prakteknya, orang yang menjalankan okultisme, akan menempuh jalan baik sebagai pemuka agama/pemuka adat, penyembuh, astrologi, dan sebagainya. Praktek-praktek tersebut selalu ada dalam bangunan sebuah kerajaan Nusantara. Raja selalu didampingi oleh pemuka agama/adat, penyembuh/tabib, maupun astrolog. Kemampuan sebagai penyembuh, sebetulnya telah dimiliki oleh para nenek moyang kita dengan berbagai pengetahuan dan teknologi, seperti teknik pijat, teknik totok, resep jamu, dan sebagainya.
Oleh masyarakat, orang yang memiliki pengetahuan seperti itu sering disebut orang yang memiliki kewaskitaan atau kemampuan mendayagunakan indra keenam(clairvoyance), clair audience (dapat mendengar bisikan gaib), ilmu laduni (petunjuk langsung dari Tuhan). Kemampuan tersebut telah diwariskan oleh nenek moyang kita kepada cucu-cucunya hingga saat ini. Hal itu terbukti dengan adanya budaya konsultasi pada “orang pintar”. Orang pintar dimaksudkan sebagai orang yang memiliki ilmu Metafisika, sehingga mampu mengerjakan, melihat ataupun berhubungan dengan hal-hal alam gaib/kasat mata, yang tidak dapat di raih oleh manusia biasa. Dalam hipnosis pun dikenal cabang hipnosis metafisika, meski dengan pendekatan teoritik yang berbeda, namun maknanya sama.
Dan orang pintar dalam khazanah Nusantara juga dikenal dengan beragam profesi, seperti Pawang Hujan, Pawang Hewan, ahli Santet, ahli Pelet, ahli nujum/perbintangan, Dukun Pijat, Dukun Bayi, dan lain sebagainya.
Apa yang dimiliki oleh nenek moyang kita, dalam perkembangan pengetahuan modern, melalui pendekatan fisika kuantum, ternyata dapat dibuktikan kebenarannya. Sebagai contoh, ruang dan waktu adalah relatif, menurut fisika kuantum. Karena bersifat relatif maka jarak yang jauh bisa didekatkan, ruang dan waktu bisa ditembus. Materi dapat berpindah dari satu tempat ke lain tempat, dari satu dimensi ke dimensi yang lain (transdimensi). Bahkan, ilmuan kuantum berhasil membuktikan bahwa sebuah benda dapat berada pada dua dimensi yang berbeda dalam waktu yang bersamaan, atau disebut many body. Sehingga pengetahuan tradisional yang dimiliki nenek moyang dan dikembangkan serta dipelihara oleh kerajaan nusantara, pada dasarnya memiliki landasan ilmiah pada sains moderen. Hal itu merupakan local genius bangsa nusantara yang layak diapresiasi dan dihargai oleh bangsa Indonesia.
Oleh sebab itu, dengan pengetahuan modern, termasuk melalui ilmu hipnosis, perlu kita kembangkan local genius bangsa Nusantara, agar dapat diterima oleh semua pihak. Produk-produk budaya yang saat ini banyak muncul dari berbagai daerah, yang merupakan warisan nusantara seperti teknik pengobatan, mantra/sugesti, jamu-jamuan, astrologi, dan sebagainya yang memiliki kedekatan dengan hipnosis perlu diintegrasikan. (Dra Hj RA Yani WSS Koeswodidjojo, Sekjen Majlis Adat Kerajaan Nusantara Pengageng Kesultanan Sumenep)
Ikuti bincang-bincang seputar Local Genius Nusantara, dengan narasumber :
1. Sunardi "Babe" Basuki, CHt, CI (trainer di Padepokan Kembang Nusantara)
2. Dra Hj RA Yani WSS Koeswodidjojo (Sekjen Majlis Adat Kerajaan Nusantara Pengageng Kesultanan Sumenep)
Moderator : Edy Risdiyanto, CHt, CI
Waktu : Jumat 3 September 2021
Pukul : 19.30-22.30
Via Zoom. Gabung segera dengan klik tautan ini https://bit.ly/3kAtRP1
