AQIKAH merupakan hal yang disyariatkan dalam agama Islam. Dengan menyembelih dua kambing jika anak yang lahir laki-kaki dan satu kambing jika perempuan. Dilakukan 7 hari setelah kelahiran sang jabang bayi.
Di padukuhan Gabugan, Donokerto, Turi, Sleman, Sabtu (21/9/2019) malam, masih dilestarikan tradisi agama dan kultural terkait dengan aqikah ini, yakni Shalawat Barzanji memanjatkan puji-pujian dengan melantunkan shalawat untuk menghormati dan memohonkan syafaat kepada kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Shalawat barzanji melibatkan semua yang hadir dipimpin oleh salah satu tokoh agama. Tradisi ini tampaknya mengkawinkan kegiatan keagamaan dan kultural. Yakni barzanji dan aqikah. Durasi antara 2 sampai dengan 3 jam. Mereka terdiri dari para lelaki dan perempuan. Mereka barzanji dengan khidmad. Membaca teks dengan berbahasa arab setebal 50 an halaman. Pengikut shalawat barzanji malam itu tidak kurang dari 150 orang.
Kegiatan shalawat barzanji malam itu bertempat di rumah Sagi Hadi Wibowo. Anaknya yang bernama Aris Setiawan dan beristri Afrida Purniawati memiliki putra dan diberi nama Al Zaviar El Fathan Setiawan yang lahir laki-laki dan merupakan putra kedua.
“Semoga anak kami ini menjadi anak yang shaleh,” harap Sagi, singkat.
Ditengah-tengah waktu barzanji diadakan pemotongan rambut sang bayi yang digendong oleh ayahnya dan disaksikan oleh Ibu si bayi juga beberapa kerabat. Rambut yang sudah di potong dari bagian atas, kanan dan kiri kemudian dimasukkan dimangkok yang sudah diisi air dan dadap srep. Dadap srep dimaksudkan agar si bayi bisa tenteram dan tidak rewel.
Kemudian potongan rambut dan dadap srep diletakkan diaruman atau tali pusar plasenta bayi. Peletakan aruman atau plasenta ditanam di sebelah kanan pintu rumah karena lahir laki-laki dan diberi penerangan atau lampu.
Lampu dimaksudkan untuk memberikan jalan terang serta pelajaran sang jabang bayi selalu nendapatkan kesuksesan. Acara dengan pembacaaan doa diamini oleh seluruh yang hadir. Dengan doa semoga sang bayi bisa menjadi anak yang sholih dan berguna bagi nusa, bangsa, negara, orang tua dan agama. Cepat besar dan menjadi anak yang cerdas, tidak sakit-sakitan serta cepat besar. (Akhir Lusono)
