Yogyapos.com (SLEMAN) - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) yang berasal dari sejumlah elemen mahasiswa, buruh, seniman serta LSM menggelar unjukrasa aksi damai di pertigaan Gejayan Jl Affandi, Senin (9/3) siang. Agenda aksi damai kali ini adalah menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.
Perwakilan ARB, Tirano mengatakan, sudah waktunya masyarakat bersikap dan menggelar aksi menolak Omnibus Law. Pemerintah hingga saat ini tak ada sosialisasi yang jelas dan rinci terkait RUU tersebut.
“Omnibus Law juga dibuat dengan melanggar hukum. Prosesnya tidak transparan, dan sarat kepentingan. Omnibus Law hanya akan membuat rakyat semakin miskin serta tergantung pada mekanisme kebijakan ekonomi yang memperdalam jurang kesenjangan sosial," ungkap Tirano.
Aksi unjuk rasa berlangsung lancar, tertib dan damai, dibawah pengawalan dari aparat Polres Sleman yang dibackup Polda DIY.
Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengatakan, pihaknya mengerahkan 300 personel untuk pengamanan aksi tersebut. “Aksi berjalan tertib, damai dan kondusif. Kami juga fokus mengatur lalu-lintas yang berada di penggal-penggal jalan menuju pertigaan Gejayan.
Sejak pukul 12.00 massa aksi yang melalukan long march dari bundaran UGM telah sampai di titik tujuan unjuk rasa. Setelah itu, menyusul pengunjuk rasa yang berkumpul dari simpang tiga UIN Sunan Kalijaga. Mereka bergantian berorasi menyatakan penolakan terhadap RUU Cipta Kerja Omnibus Law.
Sejumlah organisasi yang tergabung dalam ARB diantaranya Serikat Buruh Seluruh Iindonesia (SBSI) Yogyakarta, LBH Yogyakarta, Walhi, beberapa BEM di UGM dan FH UII. (Dol)
