Yogyapos.com (BANTUL) - Rumah produksi dan gudang bahan baku pangan UMKM Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul mengambi langkah kreatif memproduksi bakmi yang bahan bakunya dari ketela pohon.
Terobosan kreatif ini ternyata mendapat sambutan yang baik di masyarakat, serta memeroleh apresiasi dari pemerintah setempat. Produksinya kini tersebar di berbagai tempat, bukan saja di wilayah Bantul saja melainkan juga di luar kota.
BACA JUGA: Kejagung Tetapkan BS Tersangka Korupsi Penjualan Emas Logam Mulia PT Antam
“Rumah produksi ini mulai berproduksi membuat bakmi sejak Nopember 2022 dan hingga kini terus berupaya bertahan dan pengembangan usaha,” ujar Lurah Sriharjo, Titik Istiwatun Khasanah kepada yogyapos.com, di sela menyaksikan proses produksi bakmi di rumah produksi ini, Kamis (18/1/2024).
Praktik memproduksi mie berbahan dasar ketela || YP-Supardi
Menurutnya, gedung rumah produksi ini dibangun menggunakan danais dana keistimewaan) pada tahun 2021. Peruntukannya demi mewujudkan ketahanan pangan dan mengembangkan pangan lokal.
BACA JUGA: Anindya SH: Klien Kami tidak Terlibat Mafia Bola
“Maka untuk pengembangannya hingga kini memproduk bakmi yang terbuat dari ketela pohon,” sambungnya.
Pada kesempatan sama, Koordinator ibu-ibu pembuat bakmi di Rumah Produksi ini, Tutik Nuryati (55) mengungkapkan jumlah produksinya masih terbatas dan belum stabil serta mengutamakan pesanan konsumen.
“Meski jumlah keuntunanya juga masih terbatas, akan tetapi relatif menguntungkan. Sehingga kami para produsen berupaya untuk pengembangan usaha,” katanya.
Alasan mengapa memprodukai bakmi ketela, karena ketela pangan lokal, mudah dan tersedia didapat serta harganya relatif murah.
Bakmi yang berhasil diproduksi dan dipasarkan berupa berbagai macam bakmi instan. Harganya Rp 6.000 hingga Rp 8.000 per kemasan (untuk 1 porsi). (Spd)
