Yogyapos.com (BANTUL) - Tingkat kunjungan pelancong ke obyek wisata Laguna Pengklik, Srigading, Sanden, Bantul mengalami penurunan. Hal ini juga berdampak pada penurunan kunjung ke Rumah Apung yang ada di sekitarnya. Mugiyo pengelola jembatan bambu di Laguna Pengklik mengatakan kondisi wisata di Laguna Pengklik dalam awal tahun 2019 hingga saat ini terus menurun meski akses jalan menuju Laguna Pengklik Pantai Samas sudah dilakukan pengerasan dan cukup mulus.
“Justru sebelum jalan diperbaiki malah ramai, namun saat jalan sudah diperbaiki justru wisatawan semakin sepi,” ungkapnya, Kamis (26/9).
Menurutnya imbas sepinya wisatawan juga berimbas sepinya wisatawan yang berswafoto di jembatan bambu yang menghubungkan Laguna Pengklik dengan Pantai Samas.
“Ya pendapatan terus berkurang padahal untuk membangun jembatan dari bambu sepanjang lebih dari 200 meter keluar biaya cukup banyak,” ungkapnya.
Padahal untuk berswafoto para wisatawan hanya dipungut biaya Rp 5 ribu per orang dan bisa berswafoto dengan latar belakang hamparan air di Laguna Pengklik bahkan bisa berlatar belakang Pantai Samas.
“Murah namun kalau gak ada wisatawan ya sama saja,” ungkapnya.
Obyek wisata Laguna Pengklik Pantai Samas ini juga sangat tergantung pada kondisi air yang ada di Laguna karena terkadang pasang namun terkadang surut. Apalagi jika muara sungai Opak buntu dipastikan air akan pasang sedangkan ketika muara sungai Opak terbuka maka lebih banyak surutnya.
“Kalau surut wisatawan yang ingin ngandong atau naik perahu di Laguna dipastikan juga sepi dan wisatawan tahu jika air surut pasti tak akan datang ke Laguna Pengklik,”terangnya.
Sepinya wisatawan juga berimbas pada sepinya para pembeli di Rumah Apung Kuliner Pesona Pengklik, sehingga usaha kuliner milik Pemdes Srigading ini juga hanya buka saat ramai padahal saat ini kondisi wisatawan terus menurun bahkan sepi.
“Ya rumah makan itu ramai kalau wisatawa Pengklik juga ramai jadi bukan karena ada rumah makan wisatawan banyak yang berkunjung. Itu terbalik malahan,” terangnya.
Uki pengelola Rumah Apung Kuliner Pesona Pengklik membantah BUMDES milik Desa Srigading tersebut hanya buka saat ramai saja namun setiap hari buka.
“Kita tidak tutup, rumah apung buka terus setiap hari,” katanya.
Warga Dusun Soge ini mengatakan jika ingin lebih tahu bagaimana mengelola Rumah Apung agar langsung berkomunikasi dengan Kepala Desa Srigading apalagi Rumah Apung merupakan BUMDES nya Desa Srigading.
“Silahkan tanya ke Pak Lurah saja kalau tanya tentang BUMDES Rumah Apung,” kata keponakan Ketua Asosiasi Petani Bawang Merah Kabupaten Bantul Suroto ini. (Dws)
