Yogyapos.com (BANTUL) - Art Fotography of Indonesia sebagai anggota Photographic Society Of America Worlldwide (PSA) bekerjasama dengan Jurusan Fotografi Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta, menyelenggarakan Pemeran Cetak Internasional PSA Pertama di Galeri RJ Katamsi Kampus ISI, Selasa (31/8/2021).
Pameran mengusung tema ‘Tanpa Batas’ (Boderless) digelar untuk menghubungkan sesama anggota PSA yang tersebar di 58 negara, dimana Indonesia sebagai salah satu anggotanya.
“PSA mendorong mahasiswa untuk mengekpresikan kreativitasnya melalui fotografi yang sejalan dengan misi dari FSMR ini juga akan membuka wawasan dan motivasi generasi muda agar lebih akktif kreatif dalam berkarya,” kata Founder and The Derectorof non profit organization ISI Yogyakarta, Aghata Anne Bunantha didampingi bagian Dukumentasi dan Humaa, Nico, saat safari PSA, di ISI Yogyakarta, Senin (29/8).
Pameran akan dibuka secara resmi dan daring oleh Rektor ISI Yogyakarta, Prof Dr M Agus Burhan MHum. Direncanakan dihadiri para dekan, Ketua Jurusan dan Perwakilan PSA berlangsung sehari dan mentaati prokes yang berlaku karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.
Selain itu, kegiatan ini juga mampu mendorong para fotografer muda untuk percaya dan tidak gentar guna mesauki dunia fotografi internasional. Selain itu dalam situasi pandemi diharapkan justru timbul perubahan sebagai inspirasi berkarya yang lebih besar pula.
Komentar senada diungkapkan oleh Dekan FSMR ISI Yogyakarta, Dr Irwandi MSn, bahwa momen ini disambut positif dan gembira oleh para fotografer dan fakultas ini. Ini agar dilaksanakan setiap tahun karena mempunyai arti penting di dunia fotografer dalam meraih prestasi hasil karya yang lebih besar.
“Yang dipamerkan totalnya tidak kurang 423 foto karya dari 188 anggota PSA yang 66 diantaranya dari Indonesia) termasuk para dosen institut ini,” terang Irwandi.
Di sela Safari PSA ini, mantan Rektor ISI Yogyakarta yang kini selaku Guru Besar, Prof Drs Soeprapto Soedjono, menyatakan PSA sangat penting bagi dunia fotografi. Meliputi akademika, fotografer dan masyarakat luas dalam mendalami dunia fotografi.
PSA didirikan pada 1934. Merupakan organisasi internasional yang menyediakan sumberdaya berlimpah untuk fotografer dari pemula hingga profesional. Organisasi ini menawarkan pembelajaran online, webinar, kelompok belajar, kompetisi, mentor dan konsultan. Anggotanya kini sekitar 5.800 orang, 460 club dan 12 cabang di seluruh Amerika. “Kantornya PSA di Oklahoma City Amerika Serikat,” kata Suprapto.
Terkait pandemi Covid-19 dan pameran ini, Suprapto yang juga Guru Besar ISI Yogayakarta mengungkapkan, ini sebenarnya tak ada kaitannya. Kebetulan pameran dilaksanakan saat pandemi. Hanya saja ini mungkin juga bermanfaat untuk percepatan pemberantasannya, karena melalui seni herd imunity orang juga bisa menguat. (Supardi)
