Yogyapos.com (BANTUL) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan Halaqah Fiqih Peradaban di Pondok Pesantren (Ponpes) Krapyak Yogyakarta, Kamis (11/8/2022).
Acara diikuti sekitar 150 Kyai yang juga ahli fiqih. Menghadirkan narasumber Ketua Umum PBNU KH Yahya Staquf, Wakil Rois Am KH Afifudin Muhajir dan moderator Prof Dr Phil Sahiron Syamsuddin MA.
Menurut KHYahya Staquf bahwa halaqoh fiqih sangatlah penting untuk menguatkan peradaban melalui NU. Maka yang perlu dilakukan NU adalah kreatif, inovatif dan komitmen melaksanakan ketentuan-ketentuan fiqih hasil muktamar NU.
NU diyakini menjadi pusat peradaban Islam di dunia karena mempunyai karakter tersendiri yang fleksibel dan memberikan manfaat dalam perubahan peradaban.
Sementara itu, KH Afifudin Muhajir, mengatakan hukum Islam diharapkan memberikan pencerahan terhadap perubahan peradaban yang lebih baik untuk kesejahteraan dunia di masa mendatang dengan mengedepankan toleransi bagi sesama.
“Halaqoh ini merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mendorong kiprah NU (para kyai) dalam memberikan peradaban kepada Bangsa Umat Islam di Indonesia di masa mendatang,” katanya.
Pada kesempatan jumpa pers, KH Ulil Abhsar Abdala (LAKSDAM PBNU), mengatakan pekuncuran halaqah ini akan diadakan secara besar-besaran di Indonesia melibatkan 2.500 ulama (kiyai) yang diadakan secara berkelanjutan di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat dalam waktu dekat.
Setelah itu akan dilanjutkan semacam muktamar halaqah secara nasional. ini diharapkan bisa menghasilkan fiqih peradaban yang bernanfaat bagi perkembangan dunia.
“Islam diharapkan menjadi solusi berbagai peradaban manusia dan bukan sebagai penghalang peradaban. Maka halaqah fiqih sangatlah diperlukan. Halaqoh seperti ini juga telah diadakan pada masa pemerintahan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur). Karena dirasa bermantaat, maka kini kembali digelar," katanya.
Pada kesempatan terpisah, Dr Hilmy Muhammad mengatakan, pihaknya berharap hapaqoh akan memberikan kemajuan dalam peradaban. (Spd)
