Pegiat Desa Wisata Sepakat Dirikan Paguyuban Pametri Kali Bedog

share on:
Atlet dayung kontingen Sleman berlatih di Kali Bedog Nglarang Sidoarum Godean || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kali Bedog yang mengular sejak kaki Merapi sampai Kali Progo dijadikan spot wisata termasuk olahraga air. Bahkan atlet dayung Sleman untuk Porda DIY 1-9 September 2022 dididik di Kali Bedog. Maka menjaga kebersihan kawasan sungai dari sampah dan pencemaran menjadi tanggung jawab bersama.

Berangkat dari kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian dan kebersihan Kali Bedog, sejumlah pengelola desa wisata berembug di Desa Wisata Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Minggu (14/8/2022). Mereka berasal dari Kalurahan Sidoarum, Nogotirto, dan Tirtoadi bersepakat mendirikan Paguyuban Pametri Kali Bedog (PPKB).

Dalam musyawarah di basecamp West Lagoon disepakati susunan pengurus PPKB. Ahmad Yani (Ketua Deswita Mlangi) terpilih sebagai ketua dengan wakil Nursetya Danusaputra (Deswita Nglarang). Sekretaris Mugiardi (Deswita Mlangi) dengan wakil Nizam (Deswita Rawe). Bendahara Marcelinus Setyo Raharjo (Deswita Embung Senja) dan Wakil Bendahara Kristanto (Deswita Plesiran Deso).

Untuk Seksi Humas dan Publikasi Adnan (Deswita Rawe), Seksi Konservasi dan Pemeliharaan Agus Yoko Sunartono (Deswita Rawe), Seksi Advokasi dan Pendampingan Bangun Sutopo (Deswita Pojok Deso), Seksi Kebudayaan dan Pariwisata Joko Sungkowo (Deswita Kaliapung), Seksi Kerjasama Antarlembaga Fajar Masud (Deswita Mlangi) dan Seksi Diklat dan Pengembangan Aprianto (Deswita Nglarang).

Ketua Paguyuban Pametri Kali Bedog Ahmad Yani (kanan) || YP-Wahjudi Djaja

Keberadaan Kali Bedog berpengaruh pada tingginya antusiasme warga terkait aktivitas wisata dan olah raga bagi warganya. Tercatat ada tiga anak yang berhasil terpilih sebagai kontingen Kabupaten Sleman dalam Pekan Olah Raga Daerah DIY yang digelar di Sleman pada 1-9 September 2022.

Mereka adalah Alfatania (12 tahun) untuk cabang olah raga panjat tebing dari Dusun Rajeg Wetan Tirtoadi Mlati dan Satriyo (15 tahun) serta Nur Khasanah (16 tahun) untuk cabang olahraga dayung kelas kayak slalom dari Dusun Nglarang, Sidoarum, Godean. Kedua atlet dayung itu banyak memanfaatkan wahana air yang disediakan Deswita Nglarang, di Kali Bedog untuk berlatih.

Terkait pembentukan Paguyuban Pametri Kali Bedog, Wahjudi Djaja dari Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY menyambut positif. Kesadaran untuk bergerak merupakan kunci pemberdayaan masyarakat. Dengan berdirinya paguyuban, kita berharap agar perhatian dan kepedulian terhadap keberadaan Kali Bedog bisa ditingkatkan.

“Ini pekerjaan rumah bagi warga sekitar sungai agar tidak membuang sampah dan limbah ke Kali Bedog, apalagi dari sini lahir atlet yang membawa nama besar Sleman. Semoga stake holder terkait segera mensuport dan mendukung upaya mulia ini,” jelasnya.

Sedangkan jajaran pelatih yang hadir dalam musyawarah antara lain dayung kelas slalom Alfatoni, Nurseto Rosyid untuk rowing dan kayak Waljianto. “Kami berharap para atlet yang digembleng oleh alam Kali Bedog tetap berprestasi dalam Porda DIY 2022 nanti. Ke depan harapan kami pemerintah memberi fasilitasi sarpras peralatan dayung, perahu dan tempat latihan yang standar. Perahu naga yang selama ini digunakan kita sewa dari Mapagama, sedang peralatan rowing harus diganti. Bahkan untuk Porda nanti kami harus training center (TC) di Adiraja, Cilacap. Pada Porda 2019 kita ditarget dua emas bisa terpenuhi semua, untuk Porda tahun ini targetnya empat emas,” tandas Waljianto.  (Iud)

 

 

 


share on: