Pengrajin Blangkon di Beji Keluhkan Hak Paten dan Butuh Pendampingan Pemasaran

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sentra pengrajin blangkon di Beji, Sidoarum, Godean, Sleman mengeluhkan terkait hak paten dan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari bahan bakunya, persaingan harga dengan produk serupa dari luar hingga minta pendampingan dalam memasarkan kepada instansi terkait.

BACA JUGA: Ormas Humoriezt Bersih-bersih Sampah, Bikin Gapura dan Bantu Pembangunan Mushola di Pantai Cangkring

Hal tersebut disampaikan oleh pengrajin saat kunjungan Dinas Kominfo Sleman bersama Sobat Media Sleman dalam Press Tour, di salah satu pengrajin blangkon Wawan Colection Beji Rt 13/09 Sidoarum Godean, Sabtu (29/ 11/ 2025).

BACA JUGA: Tentang Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly: Mandat Presiden Tak Bisa Dinegosiasikan

"Dulu satu satunya pengrajin blangkon hanya di Beji dan kalau sekarang mungkin sudah meluas di beberapa tempat yang ada di Yogyakarta. Sedangkan salah satu persoalan bagi para pengrajin blangkon belum ada hak paten, dan diharapkan kalau secara hukum sudah terlindungan di dalam memasarkanya," ungkap Dukuh Beji Warsidi dalam sambutannya.

Selanjutnya dikatakan Warsidi wilayah yang dikenal sebagai pusat industri blangkon turun-temurun. Jadi tidak hanya sekarang mengawali pembuatan blangkon di wilayahnya.

BACA JUGA: LDI 2025 Memasuki Babak Delapan Besar, Berikut Nominasinya

"Selanjutnya bahwa kami pengrajin blangkon juga berharap mendapat pendampingan dari pemerintah instansi terkait," harapnya.                   

"Kami berharap kunjungan dari Dinas dan sahabat media seperti ini, nantinya dapat berdampat dalam kegiatan produk si serta pemasarannya," harap Warsidi.

BACA JUGA: Rektor UAJY Serukan Integritas dan Berpikir Kritis kepada 433 Wisudawan

Sementara Kepala Dinas Kominfo Sleman Budi Santoso menyatakan siap membantu para pengrajin mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melalui Disperindag.                             

BACA JUGA: Wisuda Prabhatar Akademi TNI dan Kepolisian Diikuti 1.621 Wisudawan, Ini Pesan Panglima

"Ternyata pengrajin butuh Haki kami siap langsung diekskusi dengan Disperindag, juga terkait bimbingan marketing bagaimana mendapat bahan baku lebih murah karena di tempat lain harganya bisa lebih murah. Hal ini yang perlu sport dari jajaran pemerintahan Kabupaten Sleman," tandas Budi.                   

Budi juga mengungkapkan, alasan untuk memilih di sentral pengra jin blangkon Beji untuk dikinjungi. Karena kurangnya publikasi serta pengenalan di luar setelah di lihat medsos.Bahkan pem beritaan terakhir di media, muncul tahun 2021 dan terakhir 2016. Setelah itu tidak ada teman-teman media menulis, tentang aktivitas pengrajin blangkon yang ada di padukuhan Beji.                                               

BACA JUGA: Terima Audiensi FKOK DIY, Danrem: Komunikasi dan Silaturahmi adalah Kunci

Dalam pesannya Kepala Kominfo Sleman ini, mengharapkan setelah kegiatan ini teman-teman sobat media bisa memberikan tulisan serta bisa mengekspos, berikutnya memberi manfaat bagi para pengrajin blangkon Beji.

Hal itu juga tugas Disperindag Sleman serta Diskranasda membantu teman teman pengrajin blangkon, segera diadakan bimbingan dan pendampingan dinas terkait untuk lebih menduniakan pengrajin blangkon yang ada Sleman ini. (Agn)

 


share on: