Peringatan 1 Muharam Jadi Momentum Peningkatan Ketakwaan Prajurit

share on:
Para prajurit nampak khusyuk menyimak tausiyah H Ahmad Ridho, di Mushala As Syuhada Kodim Kodim Wonosobo, Senin (1/8/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (WONOSOBO) - Peringatan Tahun Baru Islam pada hakikatnya merupakan sarana untuk mengingat dan mengenang kembali peristiwa penting bagi umat Islam. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan iman dan takwa pada Tuhan Yang Maha Esa.

Demikian disampaikan Pasi pers Kodim Wonosobo, Letda Inf Dremo mewakili Komandan Kodim Letkol Inf Rahmat dalam sambutan peringatan 1 Muharram 1444 H, di Mushala As Syuhada Kodim Kodim Wonosobo, Senin (1/8/2022). Acara ini juga diisi tausiyah oleh H Ahmad Ridho.

“Tahun Baru Islam 1444 H sebagai Momentum  memaknai hidup dengan semangat hijrah,” tandasnya.  

Sementara itu, H Ahmad Ridho dalam tausiyahnya mengimbau agar kita selaku umat Nabi Muhammad SAW tidak henti-hentinya selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. “Kita tidak mengalami nasib seperti para sahabat nabi yang sampai hijrah dari Mekah ke Madinah. Mereka meninggalkan segala harta benda demi mengikuti perintah untuk berhijrah,” ujarnya.  

Menurutnya, saat ini kita tinggal meneruskan dan mengamalkan apa yang telah menjadi perintah dan mengikuti ajaran Nabi. Beliau telah membawa umatnya minadzulumati ilaa annuur, zaman jahiliyah sampai zaman yang penuh pengetahuan seperti sekarang.

Ahmad Ridho mengingatkan bahwa saat ini kita memperingati pergantian tahun,  artinya saat ini memasuki tahun baru. Tahun yang lalu kita evaluasi sejauh mana amalan yang telah diperbuat. Antara perbuatan yang baik dengan yang jelek lebih banyak mana. Sebab nanti kita setelah meninggal dunia akan dihisab. Untuk itu sebelum dihisab oleh Sang Pencipta maka mari bersama–sama menghisab diri sendiri sehingga ditahun yang baru ini bisa meningkat amal ibadah kita.

Solusi yang ditawarkan dalam berhijrah sebagai upaya meningkatkan keimanan tersebut adalah yang pertama Niat yang ikhlas. Hijrah bukan karena tendensi dunia atau kepentingan dunia tetapi ikhlas karena Allah. “Seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya dan sesuai dengan niat hijrahnya. Karena yang namanya hati sering berubah-ubah dan mudah berubah niatnya. Niat dan ikhlas adalah perkara yang berat untuk dijaga agar istiqomah dan sangat membutuhkan pertolongan Allah,” jelasnya.

Selain itu, imbunya, bahwa yang kedua segera mencari lingkungan yang baik dan sahabat yang shalih. Kemudian menguatkan fondasi dasar tauhid, dan mempelajari Alquran dan mengamalkannya dan yang terakhir Berusaha tetap terus beramal walaupun sedikit. (*)

 


share on: