Yogyapos.com (BANTUL) - Para petani dan peternak di Kalurahan Canden Kabupaten Bantul bertekad mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subaianto.
Hal itu diungkapkan oleh Lurah Canden Bantul, Beja WTP SH MH pada acara panen padi bersama di Bulak Suren Canden Jetis Bantul, Jumat (7/2/2025). Acara dihadiri Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementrian Pertanaian Gunawan SP MSi dan rombongan, serta Anggota DPRD Bantul Dwi Kristiantoro.
“Lahan pertanian yang untuk tanaman padi dan diselingi palawija di Canden mencapai seluas 268 hektare,” kata Luah Canden Beja WTP SH MH dalam laporanya.
Dijelaskan, dalam musim panen kali ini luas lahan padinya sekitar 35 hektar. Jumlah atau volume panennya rata-rata 9.68 ton per hektarnya.
Beja mengatakan meski dirinya bersama para petani bertekad mendukung ketahanan pangan, namun masih menghadapi kendala. Meliputi irigasi belum sepenuhnya lancar. Selain itu kesulitan tenaga kerja pertanian.
“Kendala itu diharapkan akan dapat terpecahkan dengan segera dan baik sehingga petani akan semakin bersemangat kerja,” katanya.
Lurah Canden mempersentasikan kondisi pertanian di wilayahnya || YP-Supardi
Sementara itu Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, mengungkapkan meskipun ketersediaan tenaga pertanian di Bantul secara umum sulit namun hal itu nantinya akan teratasi.
“Itu akan teratasi melalui pengoperasian berbagai peralatan modern pertanian. Perbaikan irigasi juga akan dilakukan bahkan persediaan benih/bibit pertanian juga akan diupayakan ketersediaanya,” kata Halim.
Untuk mengatasi itu, Pemkab Bantul atau Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Bantul akan mendapatkan atensi dari Pemerintah Pusat.
“Semoga pertanian Bantul menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Hal itu dapat ditengarai akhir- akhir ini Bantul dikunjungi sejumlah menteri termasuk Mentan,” tambah Halim.
Direktur Perbenihan Tanaman Kementan, Gunawan, menyatakan Presiden Prabowo sangat serius untuk mensukseskan program ketahanan pangan.
“Hal pokok yang dilakukan membuka ribuan hektar lahan pertanian baru di luar Jawa untuk mengimbangi penyusutan lahan yang terjadi. Kesulitan tenaga pertanian akan teratasi dengan peralatan pertanian modern,” kata Gunawan. (Spd)
