PKR Resmi Mendaftar ke KPU, Didukung 14 Ormas Milenial

share on:
Ketua PKR Tuntas Subagyo SM MM (kiri) usai menyerahkan berkas pendaftaran peserta Pemilu 2024 || YP-Ist

Yogyapos.com (JAKARTA) – Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) resmi mendaftar sebagai bakal calon peserta Pemilu 2024 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2022).

Kedatangan pengurus inti PKR beserta rombongan sekitar 100-an orang di Kantor KPU ini cukup menyita perhatian. Pasalnya, sebagian diantara mereka mengenakan kostum Punakawan.

Namun sesuai prosedur saat penyerahan berkas pendaftaran, tak semua rombongan tersebut menyertainya. Hanya 12 orang saja yang iizinkan masuk, diantaranya Ketua Umum Tuntas Subagyo SM MM dan Sekjen Sigit Prawoso SPd.

Meski sebagai parpol baru, namun PKR sudah memiliki kepengurusan di34 provinsi dan 75 persen seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Bahkan punya target masuk 5 besar dalam pemilu mendatang.

Menit-menit penantian penyerahan berkas pendaftaran di Ruang Tunggu KPU, nampak Staf Khusus bidang hukum Dr Najib Gysmar SH MHum (tengah) ikut melakukan pendampingan || YP-Ist

“Tidak muluk-muluk, target masuk 5 besar,” ujar Tuntas Subagyo usai penyerahan berkas pendaftaran.

Menjawab yogyapos.com secara tertulis, Tuntas mengungkapkan parpol dan anggotanya yang meanggung tanggung jawab untuk membawa bangsa dan negara ini menuju kondisi yang lebih baik dari kondisi sebelumnya.

Persoalan politik yang ada di Indonesia hingga saat ini hampir selalu dijawab dengan munculnya parpol-parpol baru. Padahal perbaikan kualitas parpol dan parlemen merupakan prasyarat utama bagi konsolidasi.

Ketua Umum PKR Tuntas Subagyo SM MM (kiri) bersama Sekjen Sigit Prawoso SPd || YP-Ist

“Coba saja lihat, jika terjadi konflik internal di tubuh parpol selalu dipilih jalan keluarnya segregasi dan pembentukan parpol baru,” tukasnya.

Ia menyatakan, parpol lama yang tidak direspon rakyat hanya berganti baju dengan nama baru untuk ikut pemilu berikutnya. Sedangkan pemainnya

yang itu-itu juga, yakni wajah-wajah lama. Jadi wajar jika perilaku aktor-aktor baru tersebut tidak berbeda yakni hanya untuk memuaskan hasrat kekuasaan yang belum sempat didudukinya.

“Kami tidak akan pernah menampilkan politik yang demikian, karena PKR lahir dari sifat rakyat yang gotong royong sebagaimana sebuah negara berdaulat atas kehendak rakyat,” jelasnya.

PKR mengklaim lahir dari gotong royong, didukung 14 ormas milenial. Kepengurusannya terpenuhi sebanyak 75 persen kota/kabupaten di Indonesia, termasuk di Yogyakarta yang diketuai Bambang Gunarto Wijoyo, Kabupaten Bantul diketuai Akhmad Purwadi, Gunungkidul diketuai Sukino, Kulonprogo diketuai Sukadi dan Sleman diketuai Sigit Purnomo. (Met)


share on: