PMI Sleman Lakukan Evaluasi Kerja 2021 dan Susun Program Kerja 2022

share on:
Musker) Palang Indonesia Kabupaten Sleman Tahun 2022 yang diselenggarakan Graha Sarina Vidi Melati Sleman, Jum'at (7/1) || YP-AgungPurwanto Dwi

Yogyapos.com (SLEMAN) - Ketua Bidang Organisasi Palang Merah Merah Merah (PMI) Provinsi DIY Sigit Alifianto SE MM membuka Musyawaah Kerja (Musker) Palang Indonesia Kabupaten Sleman Tahun 2022 yang diselenggarakan Graha Sarina Vidi Melati Sleman, Jum'at (7/1).

Sigit Alifianto mewakili Ketua PMI Provinsi DIY Prabukusumo dalam sambutannya mengatakan, memasuki tahun baru 2022 masih berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Selain krisis multi kesehatan ini, kita juga menghadapi bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrim maupun bencana Gunung Merapi yang berstatus siaga.

“Tentu ini menjadi tantangan PMI yang terkatub dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1998, Tentang Kepalang Merahan diantaranya memberi bantuan terhadap konflik bersenjata, kerusuhan dan gangguan keamanan,” kata Sigit.

Disamping itu, lanjut Sigit, juga melakukan pembinaan relawan dan pelatihan berkaitan kepalangmerahan, menyebarkan informasi tentang PMI serta membantu tugas sosial kemanusiaan yang diberikan oleh pemerintah.

“Pada bencana Gunung Deri PMI mengirim logistik serta para relawan di Kabupaten Sleman,” ungkapnya.

Ia berharap PMI Sleman mempunyai kinerja tinggi, efektif, efesien dan mampu menjawab tantangan baru kwalitas pelayanan dihasilkan dari beberapa aspek.

“Program PMI Sleman beserta Pemkab Sleman dan masyarakatnya bisa menjadi teladan untuk kabupaten dan kota lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Sleman H Harda Kiswaya ST MSi menyatakan, mengapresiasi atas kerja keras PMI yang telah berjuang untuk kemanusiaan lebih lebih dua tahun terakhir ini kerja keras PMI betul betul nyata mensport bagaimana menghadapi Covid-19. Peran PMI bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Di tempat Musker, Ketua PMI Sleman Dr H Sunartono MKes mengatakan, Musker tersebut diikuti 118 peserta dengan mengundang seluruh stakeholder mulai dari pengurus kapanewon, relawan, kelompok pendonor serta pengurus.

Musker ini melakukan evaluasi pencapaian kegiatan yang dilakukan selama tahun 2021. Selain juga akan bahas penyusunan rencana kerja tahun 2022.

“Kegiatan vaksinasi massal oleh pemerintah berakhir pada bulan Desember lalu. Namun PMI sampai sekarang melayani dilakukan di klinik PMI,” ujar Sunartono. (Agn)

 

 


share on: