Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebagai upaya meningkatkan dan mengakselerasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Disperindag DIY menggelar kegiatan Business Matching pada Rabu-Kamis (22-23/11/2023), di Transmart Mall Maguwoharjo, Sleman.
Kegiatan ini melibatkan 20 pelaku usaha UMKM di DIY yang terdiri dari penyedia barang/jasa terdiri dari industry makanan minuman, industry sandang, Alat Tepat Guna, Industri Mesin dan Elektronika, jasa konstruksi, jasa konsultasi, dan jasa lainnya seperti event organizer serta OPD baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota serta BUMD.
BACA JUGA: Wamenkumham Resmi Tersangka Gratifikasi, Belum Ada Informasi Penahanan
Selain pameran, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian penghargaan terhadap para pemenang Lomba Logo Gerakan Bangga Buatan Yogya (BBJ). Logo dari para pemenang ini nantinya akan menjadi logo resmi yang dipakai sebagai branding produk-produk asli buatan Yogya, agar dapat memperkuat karakter produk yang dihasilkan.
Pemukulan Gong oleh Sekda DIY menandai pembukaan kegiatan || YP-Sulistyawan Ds
Kepala Disperindag DIY Ir Syam Arjayanti menyampaikan, Pemda DIY pada tahun 2023 memperoleh penghargaan Nasional P3DN berupa Dana Insentif Daerah serta Penghargaan Nasional sebagai Provinsi dengan persentasi nilai transaksi PDN terbesar peringkat 3.
BACA JUGA: Pelaku Mutilasi terhadap Mahasiswa UMY Jalani Sidang Perdana, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Sehubungan dengan hal tersebut, maka Pemda DIY menggelar kegiatan Bussines Matching P3DN guna menandai kontribusi positif DIY dalam mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Disamping itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menciptakan sinergi antara pelaku industri lokal dan pemerintah.
BACA JUGA: Dituntut 8 Tahun Penjara, Lurah Caturtunggal dan Kuasa Hukumnya Siapkan Pledoi
“Bussiness Matching ini dilakukan guna mempertemukan perusahaan yang memproduksi barang/jasa di dalam negeri dengan OPD atau calon konsumen yang akan membelanjakan anggarannya untuk produk dalam negeri. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan nantinya dapat memperluas wawasan para pengelola OPD dalam membelanjakan anggarannya serta mendorong peningkatan pendapatan bagi para pelaku UMKM,” ujar Syam dalam sambutannya.
Suasana Pameran IKM dalam kegiatan Bussiness Matching P3DN di Transmart Mall || YP-Sulistyawan Ds
Lebih lanjut diungkapkan Syam, selama ini sering dijumpai permasalahan ada sejumlah OPD yang menemui kesulitan saat akan membelanjakan kebutuhannya. Salah satunya, kurangnya referensi pembanding terhadap produk-produk yang menjadi kebutuhan mereka. Karena itu dengan adanya pameran ini diharapkan terjadi interaksi antara OPD dan UMKM pelaku usaha. Untuk itu, kegiatan Bussines Matching ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut.
BACA JUGA: Polres Bantul Sita 2.166 Knalpot Blombongan
Sementara itu, Sekda DIY Drs Benny Suharsono MSi mengungkapkan, saat ini Pemda DIY sedang menggencarkan Program Bangga Buatan Yogya. Salah satu upaya yang dapat mendorong akselerasi produk dalam negeri dalah belanja daerah.
Dalam catatan Benny, angka belanja daerah DIY sudah menyentuh angka Rp 6,1 Trilyun, sehingga Gerakan Bangga Buatan Yogya. Oleh karena itu, kegiatan Bussines Matching diharapkan dapat berkorelasi terhadap Program Peningkatan Produk Dalam Negeri.
Untuk itu, Benny berpesan agar OPD senantiasa menggunakan produk dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan belanja anggarannya.
“Manfaatkan terus produk dalam negeri, karena dengan menggunakan produk dalam negeri maka kita berperan serta dalam mengungkit ekonomi bangsa sendiri,” tegas Benny. (Sulistyawan DS)
