Rakor di Yogya, Mendagri: Stabilitas Poliitik dan Keamanan Faktor Utama Dukung Pembangunan

share on:
Sebagan pejabat DIY yang mengikuti rakor bersama Mendagri, di Gedhong Pracimosono Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (4/6/2026) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, kawasan Jawa dan Bali merupakan pusat aktivitas nasional sehingga stabilitas politik dan keamanan menjadi faktor utama dalam mendukung pembangunan dan menjaga persatuan bangsa.

BACA JUGA: Gubrak! Lurah Condongcatur Resmi Tersangka Korupsi, Polda DIY: Kerugian Negara Rp 1 M

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi, Silaturahmi dan Arahan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) kepada Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Regional Jawa dan Bali, di Gedhong Pracimosono Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

BACA JUGA: Pemkab Sleman Prioritaskan Infrastruktur, Pemerataan Ekonomi Bergeser ke Barat

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri tersebut dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah pusat, kepala daerah, Forkopimda, pimpinan DPRD, Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono SSos MSi MSc, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya dari wilayah Jawa dan Bali.

BACA JUGA: Pasca Penangkapan Dadan, Kejagung Sita BB Motor Listrik hingga Ribuan Barang Elektronik

Untuk itu, tandas Tito, sinergitas dan kekompakan Forkopimda di setiap daerah harus terus diperkuat guna mempercepat penyelesaian berbagai persoalan serta menjaga kondusivitas wilayah.

Mendagri juga menyampaikan program Apresiasi Pemda Berprestasi Tahun 2026 yang akan memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan kinerja terbaik dalam bidang pengendalian inflasi, penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, serta creative financing. Program tersebut diharapkan mampu mendorong inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh daerah.

BACA JUGA: Dukung Pembinaan dan Prestasi Atlet, Berikut Program Prioritas Pemkab Sleman

Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti ST MSi MEng PhD, memaparkan kondisi sosial ekonomi wilayah Jawa dan Bali, termasuk perkembangan pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, kemiskinan, serta tantangan perubahan struktur demografi yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di sejumlah provinsi.

BACA JUGA: Kejari Sleman Musnahkan Barang Bukti Korupsi, Narkoba dan 4 Airgun

Menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa dan Bali pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan tren positif dengan rata-rata berada di atas pertumbuhan nasional. Namun demikian, masing-masing daerah masih menghadapi tantangan yang berbeda, baik dalam aspek ketenagakerjaan, pengentasan kemiskinan, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.

BACA JUGA: Dorong Percepatan Pembahasan RUU Pemilu, Senator Gus Hilmy: Perlu ada Perspektif Daerah

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait SIP menyampaikan berbagai capaian dan program strategis pemerintah di sektor perumahan. Di antaranya peningkatan target pembangunan rumah menjadi sekitar 400 ribu unit pada tahun 2026, program renovasi rumah yang semakin masif, serta peluncuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang ditujukan untuk mendukung kontraktor, pengembang, dan toko bangunan guna memperkuat sektor perumahan nasional.

BACA JUGA: Polres Sleman Amankan Tiga Oknum Pelajar Tersangka Penganiayaan, BB Celurit

Melalui forum tersebut, pemerintah pusat menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung keberhasilan program-program strategis nasional. (*/Red)


share on: