Sanggar Kontramo Performing Art di Patung JSSP#3

share on:
Performing art Sanggar Kontramo merespon objek patung dalam pameran JSSP#3 || YP/Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Merespon keberadaan patung-patung yang dipamerkan di Titik Nol Kilometer, dalam hajatan Jogja Sclupture Street Project (JSSP)#3, Sanggar Kontramo, Senin (25/11) malam mengadakan performing art dengan objek karya patung tersebut.

Indhi perwakilan Sanggar Kontramo menjelaskan, Kontramo adalah kelompk seni yang mempelajari tari-tarian, drama dan music noice. “Persiapan kami untuk memeriahkan JSSP#3 hanya dua hari. Singkat namun padat. Teman-teman juga sangat adaptif dengan deskripsi objek patung yang dipamerkan. Untuk menghadirkan kesan dramatik, kami sisipi unsur music, tari dan drama. Syukur, berjalan lancar dan sukses. Animo publik juga sangat antusias melihat performa kami,” ujar Indhi.

Indhi dan Sanggar Kontramo berharap bias berpartisipasi dalam gelaran JSSP selanjutnya, dengan objek patung yang lebih banyak dan spot pameran yang cakupannya lebih luas. Para penampil yang unjuk gigi dalam performing art tersebut: Indhi, Nares, Noval, Ciang Lie, Andi, Fahri, Ame dan Andika.

Performing art yang disodorkan Sanggar Kontramo antara lain berjudul: Ada (patung Selaras karya Kelompok Cahaya), Pencarian (patung Hajar As’ad karya Chatib Fauzi), Pill Pus & Degup (patung Melting Pot karya Hilman Syafriadi), Resah (patung Nostalgia Udara Kota karya Kelompok Klinik Art Studio), Dagelan (patung Kacamata karya Win Dwi Laksono), dan Come True (patung Pink Forest karya Saharudin Supar). (Dol)

 

 


share on: