Seminar Perawatan Paliatif dan Jenazah Disambut Antusias Peserta

share on:
Sejumlah peserta perempuan mengikuti pelatihan perawatan jenazah || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SEMAN) - Yayasan Wredha Mulya (YWM) Yogyakarta mengandeng Binrohis RSUP Dr Sardjito menggelar seminar dan pelatihan offline dengan mengangkat materi Perawatan Paliatif dan Perawatan Jenazah yang dilangsungkan di Aula YWM di Padukuhan Sendowo, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Minggu (17/4/2022).

Ketua I YWM Yogyakarta, Drs Suwardi mengatakan pelatihan offline dengan  materi Perawatan Paliatif dan Perawatan Jenazah diikuti oleh puluhan  peserta terdiri dari sejumlah pengurus YWM dan masyarakat umum dengan tanpa dipungut biaya. Menghadirkan  2 orang narasumber dari pakar atau praktisi di bidangnya, yakni Dr dr Probosuseno dan Drs Dunomo MPdI.

“Alhamdulillah acara berjalan dengan sukses, tadi nampak dari banyaknya peserta yang antusias mengikuti kegiatan sampai selesai. Diucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutur Suwardi usai menutup kegiatan 

Ketua Binrohis RSUP Dr Sardjito, Dr Probosuseno yang didapuk sebagai salah satu pemateri mengatakan kegiatan kali ini ada dua materi, yang pertama adalah bagaimana perawatan Paliatif yakni pasien- pasien yang tidak ada harapan untuk sembuh hingga meninggal menurut medis islami.

“Bagaimana cara merawatnya dari sisi kedokteran, kesehatan dan secara agama Islam. Selain itu disampaikan juga secara prinsip-prinsip terkait gangguan-gangguan umum dan kejiwaan. Tujuannya supaya nanti kalau ada keluarganya atau muslim yang dalam keadaan sakit,. masyarakat mampu untuk menangani, membimbing atau memberikan pelayanan terhadap pasien paliatif termasuk proses perawatan jenazahnya,” jelas Probo.

Pemateri kedua, Drs Dumono dalam kesempatan tersebut  mengatakan, merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan setiap muslim, dalam syariat Islam, ada sejumlah tata cara yang harus dipenuhi saat melakukan perawatan orang yang sudah meninggal.

“Kita membuat supaya hatinya tenang, supaya jika meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah, dalam perawatan jenazah ada persyaratan yang harus dilaksanakan, jenazah termasuk muslim maka yang memandikan juga muslim, jika laki-laki yang memandikan juga laki, dan begitu pula untuk yang perempuan,” terang Dumono.

Dirinya berharap dengan kegiatan ini dapat menyiapkan kader sebanyak mungkin di tengah masyarakat agar bisa merawat orang-orang yang sakit keras dan merawat orang yang meninggal dunia.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat, dalam merawat jenazah dari kesehatan dan agama agar kita tidak bingung m, karena kita semua akan butuh dalam hal ini,” katanya. (Opo)

 


share on: