Yogyapos.com (BANTUL) - Anggota DPRD Kabupaten Bantul dari Fraksi Partai Golkar, Teguh Santoso SE, bertekad mendampingi dan mendukukung program proyek padat karya di Kabupaten ini tahun 2021. Sebab kegiatan tersebut dapat memotivasi dan mengedukasi masyarakat untuk memeajukan wilayahnya.
“Padat karya dibutuhkan warga dan masyarakat. Pengerjaannya tentu diharapkan lancar. Maka saya mengawalnya,” kata Teguh Santoso saat memonitoring pembukaan dan pengerjaan padat karya corblok jalan di RT 26 Wonocatur Kalurahan Banguntapan Kapanewon Banguntapan Bantul, Rabu (25/8/2021).
Dikatakan, padat karya banyak manfaatnya antaralain memenuhi kebutuhan warga tentang sarana prasarana jalan. Maka pengerjaanya juga harus diupayakan bisa lancar dan sesuai ketentuan.
“Pada tahun 2021 saya mendapatkan aspirasi padat karya yang penganggarannya mempergunakan Anggaran Pendapatan dan Belanaja Daerah (APBD) sejumlah 4 titik. Di Kalurahan Srimulyo ada tiga yaitu Jombor RT 2, Dusun Plesedan dan Dusun Sandeyan. Sedangkan satunya (ke lima) di Wonocatur Banguntapan,” jelas Teguh.
Itu semua diperutukan bagi kemakmuran masyarakat. Pengerjaannya juga oleh mereka, maka diperlukan adanya motivasi dari dewan (legislatif) agar tepat guna.
Sementara itu, Ketua RT 26 Wonocatur Baguntapan yang juga selaku Ketua Kelompok Padat Karya ini, Warsono didampingi warga Yanto, menyatakan, pihaknya menyambut positif dan tirimaksih adanya padat karya ini.
“Jalan yang dicorblok ini merupakan jalan utama wilayah RW yang belum prenah memperoleh bantuann perbaikan. Dengan dicorblok akan representatif dan melancarkan lalu kintas,” kata Warsono.
Pada kesempatan sama, Lurah Banguntapan, Jarot, mengatakan pihaknya menyambut positif dan berterimakasih kepada Bapak Teguh dan Pemkab Bantul dengan adaanya atensi melalui padat karya di Banguntapan.
Berdasarkan data di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul bahwa padat karya pada tahun 2021 ada 163 titik. Sedangkan yang dari anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) DIY ada 60 titik dangan anggaran Rp 160 juta per titik. Sedangkan yang angarannya dari APBD Bantul ada 103 titik dengan anggaran Rp 100 juta per titiknya. (Supardi)
