Yogyapos.com (BANTUL) - Bertepatan dengan HUT ke-18 Taruna Siaga Bencana (Tagana) DIY, Pemkab Bantul membentuk Sahabat Tagana Yunior (Satriyo) yang melibatkan anak sekolah dari SD Negeri Patalan, di Pendapa Komplek Pemda II Bantul, Manding, Senin (21/3).
Pembentukan Satriyo dimaksudkan sebagai salah satu upaya terwujudnya program Dinas Sosial (Dinsos) DIY untuk menjadikan Tagana Masuk Komunistas.
“Dengan adanya Satriyo kami Pemkab Bantul menyambut positif dan bisa semakin terinspirasi dalam melakukan langkah antisipasi maupun penanganan kebencanaan,” kata Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, dalam sambutannya.
Meskipun Bantul terkendala oleh anggaran yang tersedia karena difokuskan untuk penanganan Covid-19 namun tetap akan kerja keras dalam penanganan kebencanaan. Salah satu langkahnya adalah akan menambah jumlah Kampung Siaga Bencana (KSB) dan Lumbung Logistik Bencana. Kini KSB dan lumbung sudah ada enam, namun segara akan ditambah.
“Itu semua untuk megantisipasi dan memudahkan dalam penanganan kebencanaan, karena Bantul memang merupakan daerah hilir di DIY dan rawan banjir,” kata Joko.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bantul Gunawan Budi Santoso, dalam sambutannya mengatakan keberadaan Lumbung Logistik dan KSB sangat penting bagi Bantul. Lumbung difungsikan untuk mengupayakan ketersediaan logistik saat bencana. Sedangkan KSB sebagai upaya semakin memperkuat gotong royong masyarakat saat dilanda bencana.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang P menyatakan secara nasional Dinsos DIY paling awal mengadakan peringatan HUT Tagana ke-18 yang hari H nya jatuh pada 24 Maret 2022.
“Agar Tagana makin kuat dan masyarakat juga semakin baik dalam kesiagaan kebencanaan, maka membuat program Tagana masuk komunitas,” katanya.
Pembentukan Satriyo ini ditandai pentas aksi penanganan bencana oleh para siswa SDN Patalan yang mengambarkan kesiagaannya. Selain itu juga dilakukan penyerahan boneka Satriyo oleh Kadinsos DIY kepada Wabub Bantul dan dilanjutkan kepada pihak sekolah ini. (Spd)
