Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih bersama dengan para Abdi Dalem Kraton Kasultanan Ngayogjokarta Hadiningrat (Yogyakarta), yang dipipimpin oleh Kanjeng Wijoyo, menjamasi Pusaka Tumbak Kiai Hagnya Murni, di rumah dinas Bupati Trirenggo Bantul, Kamis (2/9).
Tombak Hagnya Murni adalah pusaka (sipat kandel) Praja Kabupaten Bantul. Merupakan paring (pemberian) Sri Sultan Hamengku Buwono X saat peringatan HUT ke-169 Bantul pada 20 Juli 2020. Hagnya berarti pemerintahan. Murni berarti suci/bersih dan baik. Hagnya Murni artinya pemerintahan yang bersih.
Sebelum dijamas, pusaka yang jenisnya disebut Adhapur Pleret ini terlebih dahulu dilakukan prosesi penyerahan oleh Bupati kepada Kepala Kundho Budoyo (Dinas Kabudayaan) Bantul, Eko Nugroho. Selanjutnya diserahkan kepada para Abdi Dalem yang bertugas menjamas secara bersama dipimpin oleh Halim dan Kanjeng Wijoyo sesuai dengan paugeran (aturan baku).
“Bertepatan dengan Kamis Pahing tanggal 24 Suro (Muharram) sekarang, dilakukan jamasan. Dengan jamasan ini mengandung makna yang dalam kaitannya juga dengan memaknai pengaplikasian visi dan misa Pemkab Bantul yang harapannya bisa semakin baik dalam memajukan wilayah,” ungkap Abdul Halim.
Menurutnya, acara budaya ritual tradsional kali ini juga bisa dimaknai bahwa manusia harus semakin baik dalam hubungannya dengan Tuhannya (habluminallah). Selian itu juga bisa bermakna semakin sinergis antara Pemkab Bantul dengan masyarakatnya.
“Ini semua bagi saya mengesankan. Selain itu juga merupakan peristiwa penting kaitannya dengan sejarah dan budaya Jawa Yogyakarta,” tutur Halim.
Sementara itu, Kepala Kudo Budoyo Bantul, Eko Nogroho S, mengungkapkan upacara tradisinal budaya seperti ini dilaksanakan setia setahun sekali pada Bulan Suro setelah adanya jamasan Pusaka Kreti Kencono dan yang lainnya di Kraton Yogyakarta.
Menurut Kanjeng Wijiyo, jamasan merupakan tradisi setiap setahun sekali sesuai dengan paugeran yang berlaku. Sebelum jamasan tumbak ini juga dilakukan kegiatan sama pusaka dari seluruh 17 Kapanewon di Bantul. (Supardi)
