Yogyapos.com (JAKARTA) - Direktorat Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi (PKET) Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, sukses menyelenggarakan Transmigration Update Forum (TUF) 2025, di Hall ASEAN Hotel Sultan, Jakarta.
BACA JUGA: Marak Sengketa Tanah, PKHPKP Ingatkan Pemerintah Membentuk Pengadilan Pertahanan
Kegiatan ini mengusung tema “Trans-In-Motion: Growing Beyond Boundaries” yang menitikberatkan pada transformasi transmigrasi sebagai proses yang dinamis dan adaptif. Tema ini menyoroti berbagai aspek untuk mewujudkan perubahan, mulai dari kebijakan yang responsif, kolaborasi lintas sektor, hingga pemberdayaan ekonomi.
BACA JUGA: Danrem 072/Pmk: DIY Berada di Ring of Fire Potensi Ancaman Bencana
Rangkaian TUF menjadi wadah inspiratif yang dirancang untuk merumuskan berbagai agenda strategis yang diharapkan mampu memberikan dampak konkret bagi kemajuan transmigrasi.
“Mari kita dorong TUF 2025 agar berkembang menjadi forum berskala kementerian yang menghadirkan tema beragam sehingga dapat berkontribusi besar terhadap perkembangan dunia transmigrasi di Indonesia,” ujar Velix Fernando Wanggai SIP MPA selaku Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi dalam sambutannya.
BACA JUGA: 02 Ojek Oline Ziarah ke Makam HM Soeharto di Giribangun, Ini Sikap Mereka
Kegiatan TUF 2025 dihadiri oleh jajaran tamu kehormatan dari berbagai lembaga, dinataranya Dr Ir Andi Wijaya ST MM MAP, Muhammad Burhanudin Borut SSTP MPP, Lely Hiswendari SKom MSi, Dra Dewi Mulyani MP, Prof Dr Ir Dwi Rachmina MSi.
Acara ini juga semakin semarak dengan hadirnya para narasumber, di antaranya Prof Dr Ir Harianto MS, Siti Rohaya SSos dan Moch Charis ST untuk Sesi Beyond Spotlight, serta Muhammad Qufal Umaternate SSTP MSi, Prof Dr Teguh Kurniawan MSc, Dr Cecep Ijang Wahyudin dan Hendrik Kuswoyo SH. untuk Sesi In-Motion Talk yang dimoderatori oleh Anisa Fauziah, news anchor TV Nasional.
BACA JUGA: Danang Maharsa dan GKR Mangkubumi Membuka Maguwo Expo 2025
Dorongan untuk bertransformasi tentunya tak lepas dari berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam dunia transmigrasi.
Drs Nirwan Ahmad Helmi MM, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, menyampaikan beberapa hambatan yang kerap dihadapi, antara lain keterbatasan SDM unggul di kawasan transmigrasi serta buruknya citra program di kalangan masyarakat.
BACA JUGA: Pasar Tradisional Kowe Diresmikan, Jadi Indikator Nyata Ekonomi Rakyat
Melihat kondisi tersebut, transformasi transmigrasi menjadi langkah penting untuk penyelenggaraan program yang lebih adaptif, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini menjadi pijakan strategis yang dapat mengubah citra transmigrasi sekaligus mendorong perkembangannya di seluruh penjuru negeri. Untuk itu, diperlukan berbagai penyesuaian dalam mendukung terwujudnya transformasi tersebut.
Penyesuaian pertama adalah reformasi kebijakan yang menjadi landasan dalam program transmigrasi. Pesan ini selaras dengan apa yang telah disampaikan oleh Velix Fernando Wanggai SIP MPA pada sesi sambutan sebelumnya.
BACA JUGA: Wisnu Wardhana Dicalonkan Ketua PWI DIY Periode 2025-2030
Velix menegaskan bahwa sangat penting untuk melakukan penyesuaian kebijakan transmigrasi yang adaptif dengan implementasi di lapangan. Langkah tersebut ditempuh guna mencapai pengelolaan arah kebijakan yang sesuai dengan transformasi transmigrasi.
Langkah selanjutnya yang ditekankan dalam TUF 2025 untuk mewujudkan transformasi transmigrasi adalah kolaborasi lintas sektor. Bentuk kolaborasi ini digambarkan dengan kehadiran narasumber dari berbagai latar belakang yang berbeda.
BACA JUGA: ALKIS Desak Indonesia Ambil Peran Nyata dalam Krisis Kemanusiaan Sudan
Hal ini searah dengan paparan yang disampaikan oleh Muhammad Qufal Umaternate SSTP MSiDirektur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi, dalam Sesi In-Motion Talk, yakni “dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak agar dampak transformasi transmigrasi dapat dirasakan secara menyeluruh,” katanya melalui rilis yang diteriima yogyapos.com, Senin (17/11/2025).
BACA JUGA: Sepakbola 'Putri Mataram' Gelar RKT dan Konsolidasi
Sesi Beyond Spotlight oleh Moch Charis ST yang membahas tentang penguatan ekonomi kawasan transmigrasi | Sumber: Tim Dokumentasi Citiasia Inc.
Transformasi transmigrasi tidak hanya membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tetapi juga penguatan ekonomi di kawasan transmigrasi melalui optimalisasi potensi lokal. Dalam Sesi Beyond Spotlight, Moch Charis ST selaku Manajer Produksi Koperasi Baitul Qiradh Baburrayan, membahas lengkap tiga kunci utama dalam mencapai ekonomi transmigrasi berdaya saing global, yakni inklusi, ekspor, dan inovasi. Salah satu upaya nyata yang Charis lakukan adalah menciptakan inovasi racikan lendir buah kopi arabika di wilayahnya. Produk tersebut, kini telah menembus pasar internasional.
BACA JUGA: Tersangka Korupsi Bandwith Sleman Bakal Diadili pada 24 November
Keberhasilan pengembangan ekonomi lokal dan inovasi di kawasan transmigrasi menjadi cerminan nyata tujuan TUF 2025. Forum ini membuka ruang bagi para pemangku kebijakan untuk memperkuat sinergi serta mendorong terwujudnya transformasi transmigrasi yang lebih progresif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ke depannya, Kementerian Transmigrasi bersama berbagai instansi berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil forum dengan menempatkan transmigrasi sebagai kekuatan pendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Indonesia. (*/Red)
