Yogyapos.com (BANTUL) - Sebanyak 335 siswa Sekolah Luar Biasa dan Difabel mengikuti vaksinasi tahap satu yangdiselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, di SLB Marsudi Putra I Manding Sabdodadi, Bantul, Jumat (20/8/2021).
Tentu tidaklah mudah memvaksin siswa SLB dibandingkan dengan masyarakat umum. Petugas harus telaten dan sabar, sebab sebagian diantara mereka memilih divaksin di tempat yang disukainya. Bukan di tempat yang telah disediakan.
“Jumlah sasaran yang tedaftar ada sebanyak itu. Tetapi dimungkinkan bisa lebih karena ada sebagian tambahan dari para siswa SLB Kalibayem Kasihan Bantul,” kata Kepala Seksi Pelayanan Terpadu Masyarakat (KPM) Dinas Kesehatan Bantul, Hadi Pranoto, saat memimpin jalannya vaksinasi.
Vaksinasi kali ini tahap satu. Pada saatnya nanti juga akan dilanjutkan pada vaksinasi tahap ke dua. Semua sasaran pada tahap satu diharapkan nantinya mengikuti tahap kedua.
Berdasarkan pengamatan yogyapos.com, vaksinasi kepada para siswa SLB bisa dibilang lain dibandingkan vaksinasi yang diikuti oleh masyarakat umum. Setiap siswa SLB didampingi oleh wali dan guru. Sedang masyarakat umum tidaklah demikan.
Banyak siswa yang tidak mau divaksin di tempat yang telah disediakan, dan nersedia divaksin jika di tempat sesuai pilihannya. Bahkan para petugas penyuntik vaksin tidak jarang yang terpaksa mendekati siswa dalam memvaksinnya meski di kebun halaman sekolah. Itu pun siswa harus dipaksa dan dipegangi oleh para guru, wali murid dan orang yang ada. Pemandangan seperti ini mengundang tawa yang menyaksikannya.
Sejumlah wali siswa, menyatakan memperlakukan dan melayani siswa SLB dan defabel harus sabar dan telatin, bisa merayu dan bersikap kasih sayang serta bisa berkomunikasi sesuai dengan kemampuan siswa. (Supardi)
