Yogyapos.com (BANTUL) - Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengharapkan penanganan sampah dapat terselesaikan di tingkat rumah tangga, sehingga efektif untuk menciptakan lingkungan bersih.
"Sampah masih menimbulkan permasalahan di Bantul. Jumlahnya kini rata-rata 100 ton per hari. Sedangkan yang dapat terslesaikan rata-rata 59 ton per hari sehingga yang belum tergarap 41 ton,” kata Wabub saat melakukan peninjauan pemilahan sampah di Perumahan Pringgading Permai Kembangputihan Rt 05 Gowasari Pajangan Bantul, Kamis (4/9/2025).
BACA JUGA: Presiden Prabowo Hadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat Tiongkok
Sementara warga Kembangputihan sudah melakukan pemilahan bahkan pengolahan menjadi barang jadi yang bernilai jual dan ekonomis.
"Terhadap keberhasilan warga Kembangputihan saya mengapresiasi. Selain itu harapan saya agar semua perumahan atau Rt segera dapat melakukannya sebagaimana di Kembangutihan,” tambahnya.

Lurah Goasari, Masduki Rahman, menyampaikan, pemilihan sampah di sini mencakup sejumlah 500 kepala keluarga.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Gelontorkan Rp 8 Miliar untuk Tingkatkan Kualitas Jalan
"Pemilihan menerapkan dan mencakup dengan ada yang disebut rosok (barang bekas), bosok (residu), popok (sampah tak guna) dan golongan/daun,” kata Masduki.
Sampah rosok diolah menjadi barang jadi. Daun menjadi kompos Sedang yang residu dan sampah tak guna dibawa dan diolah di TPS milik Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMkal) Goasari.
Menurut Ketua Rt 05 Kembangputihan, Taufik Hirmawan, pengolahan sampah di tempat ini sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu. (Spd)
