Yogyapos.com (SLEMAN) - Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dipercaya sebagai alternatif terbaik untuk membantu kepala desa dalam merealisasikan visinya. Melalui beragam unit usaha dan jaringan kerja, Bumdes bisa membantu menggerakkan perekonomian, membuka lapangangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Oleh karena itu, kompetensi dan kapabilitas pengurus Bumdes sangat menentukan eksistensinya.
Demikian Kepala Desa Tirtoadi Mlati Sleman, Sabari, saat membuka Musyawarah Desa untuk memilih pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) ‘Tirtamas’, di Aula Balai Desa Tirtoadi, Sabtu (30/3/2019).
Dalam Musdes yang diikuti seluruh elemen pemerintahan dan kemasyarakatan Tirtoadi itu terpilih Wahjudi Djaja SS MPd sebagai Dirut Bumdes Tirtamas Tirtoadi melalui pemungutan suara yang demokratis.
Sabari mengimbau Bumdes Tirtamas segera action meningat banyaknya potensi, peluang, dan jaringan yang siap diajak kerja sama. "Setelah turun SK, kami harap agar Bumdes sesegera mungkin bekerja. Kita bisa belajar dari desa lain yang lebih dulu mendirikan Bumdes dan berhasil dalam membantu pemerintah desa mengatasi kemiskinan, pengangguran dan pemberdayaan,” pesannya.
Sementara itu Wahjudi Djaja menjawab pertantaan yogyapos.com selepas pemilihan mengungkapkan optomismenya bisa menggerakkan Bumdes Tirtamas. Yang duduk di kepengurusan ini relatif berpengalaman, jadi insya Allah bisa secepat mungkin berkoordinasi dan menjalankan program. “Target pertama kami adalah mem-back up launching Desa Wisata Budaya Rajek Wetan (Dewi Rawe) yang akan digelar awal Mei 2019,” ujarnya.
Dosen SV UGM dan STIE Pariwisata API Yogyakarta ini juga menyatakan, akan mengidentifikasi potensi di 15 pedukuhan di DesaTirtoadi. Perlu sinergi dengan para kepala dukuh, karang taruna, PKK, dan muda-mudi untuk bergerak. Di sisi lain, kami juga akan mencoba membuka komunikasi dan keterlibatan pihak ketiga untuk bersama-sama menggarap potensi alam, wisata, budaya, sejarah, kerajinan, kuliner dan beragam potensi lain.
Dalam catatan yogyapos.com Desa Tirtoadi memiliki beragam potensi seperti kerajinan bambu, telagadesa, wanadesa, kolam ikan, pertanian, peternakan, hutan bambu, perkebunan melon, seni tradisi, peninggaan sejarah berupa pendopo dan joglo serta saluran air peninggalan Belanda. “Potensi tersebut bisa diberdayakan untuk beragam usaha. Sementara kami punya tiga unit kerja yakni wisata, ekonomi kreatif, dan pertanian. Semoga berkah bagi warga Desa Tirtoadi,” ungkap Wahjudi. (Adp)
