Yogyapos.com (BANTUL) – Anggota Komisi VII DPR RI Dapil DIY, Drs HM Gandung Pardiman MM menyatakan perlu dibentuk Satgas Pengawasan Distribusi Migas di wilayah Bantul. Sehingga transparan dan lancar, serta masyarakat konsumen tidak dirugikan.
Pernyataan itu disampaikannya dalam Sosoalisasi Tugas Fungsi dan Pencapaian Kinerja Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gasbumi (BPH Migas) Tahun Anggaran, di GPC Karang Tengah Imogiri Bantul, Sabtu (26/9/2020).
Menurut Gandung, pengawasan pendistribusian penjualan Migas dan BBM di masyarakat sangat menjadi kebutuhan mendesak. Selain itu, Bantul yang hingga kini belum mempunyai pertashop, harus segera memiliki.
“Kami melalui DPD II dan DPD I Partai Golkar akan membentuk Satgas Pengawasan tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, Satgas Pengawasan yang nantinya dibentuk akan melakukan tugas pengawasan secara ketat tentang mekanisme distribusi Migas maupun BBM di Bantul. Sehingga bisa diperoleh transparansi antara data dan fakta lapangan, termasuk ketika terjadi isu kelangkaan Migas dan BBM di tengah masyarakat.
Sementara Sekretaris BPH Migas, Bambang Utoro mengatakan tugas dari BPH diantaranya pengaturan dan pengawasan untuk terjaminnya ketersediaan BBM dan Migas. Selain itu pengangkutan, menentukan tarif migas dan
penambah cadangan BBM dan migas di pasaran. Termasuk juga penggodokan BBM dan Migas sebelum dipasarkan.
Secara struktural bahwa BPH bertanggung jawab langsunga ke Presiden. Anggotanya terdiri dari 9 orang dengan masa jabatan selama lima tahun.
Terkait hal ini, Sales Branch Manager Rayon III Yogyakarta, Joko Piambodo mengatakan DIY memiliki wilayah manager sendiri. Proses pendistribusian BBM yaitu dari sumber ke kelang (kapal). Setelah itu disimpan di Depo dan didistribusikan dengan truk tangki ke Depo dan ke SPBU. Secara lengkap prosesnya yaitu dari Cilacap menuju Maos, Tegal dan selanjutnya ke Pertamina Rowulu.
“Untuk pendistribusian BBM dan Migas di Bantul, rencananya akan ada pembuatan tempat penyaluran baru. Ini hasil kerja sama pihak swasta dan Pertamina. Bentuknya (Pertashop),” katanya. (Supardi)
