Yogyapos.com (BANTUL) - Sesuai program nasional, Pemprov DIY juga bertekad menekan jumlah stunting (anak bertubuh pendek dibanding tinggi badan anak seusianya). Tekad tersebut dilakukan melalui berbagai upaya, salah satunya melakukan kerjasama dengan unsur pemuda yaitu Pemuda Ansor DIY.
Sebagai awal langkah ini maka dilakukan penantanganan MoU antara Kepala Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Dwi Listiyo Warjani dengan Ketua Pemuda Ansor DIY Syaifudin Gozali SE. Acara berlangsung pada Sosialisasi Vokasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja, di Hotel Ros In Jalan Ringroad Selatan, Senin (12/4/2021).
Dalam acara yang diiukuti oleh sekitar 60 kalangan muda ini, juga digelar diskusi bersama dengan sejumlah nara sumber. Pembicara Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Wakil Bapati Bantul Joko Purnomo dan Ketua Ansor DIY Syaifudin Ghoazali.
“Menurunkan jumlah stunting penting dan bisa ditempuh melalui berbagai cara. Antara lain menekan perkawinan dini (muda/dibawah umur, menjaga jarak kelahiran anak dan meningkatan gizi bagi para ibu hami. Ini bisa dilakukan kerjasama dengan kalangan muda yaitu salah satunya Ansor,” katanya.
Sementara itu, Ketua Ansor DIY Syaifudin Ghozali, menyatakan Pemuda Ansor di DIY ada hingga ke tingkat dusun, siap untuk menjadi mitra pemerintah dalam mengurangi stanting.
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, menyatakan menyambut baik MoU dan siap melaksanakan penekanan angka stunting di Bantul melalu berbagai upaya, salah satunya bekerja sama dengan kalangan muda. (Supardi)
