Komunitas Tari Atma Jaya Pentaskan 'Pralina Tirta Bhuwana'

share on:
“Pralina Tirta Bhuwana” melalui Komunitas Tari (Komstar), di Auditorium kampus setempat, Sabtu (6/6/2026)

Yogyapos.com (SLEMAN) - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Modern and Traditional Dance (Mantra) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar Pentas Besar dengan tema “Pralina Tirta Bhuwana” melalui Komunitas Tari (Komstar), di Auditorium kampus setempat, Sabtu (6/6/2026).

BACA JUGA: Puisi Jelek untuk Penguasa Buruk

Acara ini dihadiri oleh banyak mahasiswa serta tamu undangan. Kegiatan dimeriahkan dengan penampilan tarian modern oleh Atma Crew Dance Community (ACDC) yang juga bagian dari UKM MANTRA dan penampilan dari guest star yang membawakan dua lagu. Suasana semakin meriah pada penghujung acara melalui sesi flash mob yang melibatkan panitia dan mengajak para penonton untuk menari bersama. 

BACA JUGA: Menyelami Laut Kerinduan dalam 'Gelombang Laut Ibu' Karya Ulfatin Ch

Kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi oleh Ni Luh Putu Diah Putri Rahayu MPsi, lewat studi kasus di Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Provinsi Bali. Ia menekankan bahwa krisis air bersih bukan sekadar permasalahan infrastruktur, melainkan persoalan hak asasi manusia dan kesetaraan gender, karena perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak ketika krisis air terjadi.

BACA JUGA: Gubernur DIY: Keberhasilan Pemerintah Daerah Tercermin dari Menurunnya Kemiskinan

“Perempuan punya banyak sekali peranan dalam kehidupan kita sehari-hari, tapi sayangnya peran-peran itu tidak didukung dengan adanya akses yang layak untuk perempuan itu sendiri,” jelas Diah.

Tema Pralina Tirta Bhuwana diambil dari Bahasa Sansekerta, Pralina memiliki arti lenyap atau hancur kembali ke asal, Tirta merupakan air suci kehidupan, serta Bhuwana memiliki arti dunia.

BACA JUGA: Marching Band UAJY Ikut Meriahkan Festival Kirab Budaya Tresno Pancasila di Malioboro

Tema ini menggambarkan air yang menjaga keberlangsungan hidup di dunia perlahan mengalami kerusakan dan menghilang akibat ulah manusia, ketika keseimbangan alam ini terganggu, dunia pun terancam kembali pada kehancuran. Tema ini diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk selalu menjaga dan merawat lingkungan. Pesan tersebut diwujudkan melalui pertunjukan utama berupa tarian musikal.

BACA JUGA: Memahami Praktik Kehumasan Profesional, HM HUMAS UPN Veteran Kunjungi Gembira Loka Zoo

Rangkaian acara ditutup dengan serah terima jabatan kepengurusan UKM MANTRA dari periode sebelumnya kepada kepengurusan yang baru. Ketua UKM MANTRA yang baru, Yohanes Alviano Novan Purwatama berharap kedepannya sinergi yang ada dalam komunitas tetap terjaga bahkan berkembang lebih baik.

BACA JUGA: Halaqah Keberagamaan GP Ansor Bantul Teguhkan Semangat Toleransi dan Persatuan Bangsa

“Harapan kedepannya dari saya, untuk UKM MANTRA, semoga semua komunitas dalam UKM dapat saling bersinergi, dan bekerja sama untuk pertumbuhan dan perkembangan komunitas,” ujar Alviano. 

Harapan serupa juga disampaikan oleh salah satu penonton, Yosefhine Stenella Kennie, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2025. Menurutnya, pergantian kepengurusan menjadi momentum untuk menghadirkan program-program yang semakin inovatif dan menarik. 

BACA JUGA: Sepuluh Siswa SMA Muhi Yogya Ikuti Spain School Cultural Field Trip 2026

“Semoga dalam pergantian pengurus ini, kedepannya akan semakin luar biasa dan kegiatan yang dihadirkan juga lebih menarik lagi,” ungkap Kennie. (*)


share on: