Puan Maharani Utusan yang Berkabar Kemerdekaan, Nagabonar Reborn Gaet Milenial Yogya

share on:
Gusti Randa (tengah) memastikan 'Nagabonar Reborn' bukan film perang, melainkan pelajaran tentang nasionalisme berbalut komedi percintaan || YP/Ismet NM Haris

Yogyapos.com (SLEMAN) - Meski sedang dalam proses menghadapi gugatan hak cipta, film Nagabonar Reborn tetap beredar dan tayang di bioskop-bioskop sejumlah kota di Indonesia. Setelah Medan dan Jakarta pekan lalu, Nagabonar Reborn  ‘dolan’ ke Ambarrukmo XXI dan Sleman City Hall XXI, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Film Nagabonar Reborn yang berdurasi 109 menit arahan sutradara Dedi Setiadi bukan remake dari film sebelumnya yang dirilis pada 1987. Skenarionya ditulis ulang berempat antara lain oleh Dedi dan Fermana Manaloe, serta terkesan lebih manusiawi, karena lebih fokus pada kisah antar relasi karakternya. Bukan pula film perang, tapi film tentang nasionalisme berbalut komedi percintaan.

“Ada perbedaan signifikan dengan yang sebelumnya. Sebab Nagabonar Reborn ini kami tulis ulang sejak kelahiran, masa kanak-kanak hingga dewasa tokoh utama yang bukan pencopet. Ini lebih komedi, perebutan cinta, bukan tentang perang,” ucap Gusti Randa selaku Produser menjawab yogyapos.com saat jumpa pers, di Hotel Alana, Jalan Monjali Yogyakarta, Jumat (22/11/2019).

Perbedaan lainnya, lanjut Gusti Randa, setting cerita ketika zaman kolonial Belanda kemudian pendudukan Jepang dan kembali lagi di zaman kolonial Belanda. “Terus terang kami mengalami 8 kali revisi penulisan skenario. Supervisinya ibu Mutiara Sani. Target kami penonton milenial, dan ternyata pecah (dijubeli penonton, red) saat diputar pertama kali di Jakarta maupun Medan,” jelasnya.

Satu lagi hal yang menarik dalam film ini, Ketua DPR Puan Maharani ikut bermain memerankan sosok utusan untuk mengabarkan tentang kemerdekaan dari pemerintah pusat. Peran ini bukan sekadar tempelan, tetap agar semakin menguatkan nilai-nilai nasionalisme.

“Saat itu belum semua rakyat dari daerah di Indonesia mengetahui kemerdekaan. Karenanya dalam usaha menginformasikan dilakukan pula melalui utusan-utusan. Mbak Puan memerankan sosok tersebut. Kebetulan juga beliau cucu Presiden Soekarno. Bagus mainnya,” papar Gusti Rangga didampingi sejumlah pemain seperti Rita Matumona, Delano Daniel, Elly Sugigi, Roby Tremonti, Deny Abal dan fermana Manaloe.

Sementara Dedi Setiadi dalam rilisnya menyatakan, pihaknya tidak ingin membuat film sejarah yang kaku. Melainkan ingin mengembangkan sosok dengan rasa nasionalisme kuat dan sangat menghormati perempuan.

Film Nagabonar Reborn sangat boleh jadi merupakan pelajaran tentang nasionalisme yang bukan monopoli kaum terpelajar, tetapi juga sangat bisa tumbuh dan berkelindan dalam rasa maupun sikap orang-orang ‘udik’ atau pelosok negeri sebagaimana diperankan Delano Daniel yang lahir dan gede di Belanda, tapi aktor kelahiran 24 April 1989 ini sanggup memerankan tokoh utama antagonis dengan keluguan dan kelucuan terasa pas banget  .

Sehingga, meski film ini tak lepas dari latar pergolakan rakyat dalam usaha meraih kemerdekaan, tapi penonton dijamin tidak akan larut dalam suasana seperti film perang. “Karena film ini memang bukan film perang. Nuansanya bukan Melayu, tapi Batak khususnya daerah Toba,” pungkas Gusti Rangga di akhir jumpa media. (Met)


share on: