Yogyapos.com (YOGYA) - Sebanyak 113 murid SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta diterjunkan sebagai mubaligh hijrah untuk mengisi kegiatan keagamaan selama Ramadhan di masjid-masjid Muhammadiyah di wilayah Kapanewon Minggir Sleman dan Tegalrejo Kota Yogya.
BACA JUGA: Puisi Untuk Ketua BEM UGM karya Aprinus Salam
Mereka berbagai peran, seperti menjadi imam shalat, menyampaikan kultum, memandu tadarus Al-Qur’an, membantu pesantren kilat, serta melakukan pendampingan TPA di masjid menjelang waktu berbuka puasa.
Kepala SMA Muhi, Drs H Herynugroho MPd (kemeja abu-abu)
Program Mubaligh Hijrah Ramadhan merupakan kegiatan pengabdian murid yang dirancang untuk melatih peran dakwah secara langsung di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Ini Susunan Lengkap Direksi dan Dewan Pengawas Baru BPJS 2026-2031
Mubaligh hijrah adalah murid yang “berhijrah” sementara dari lingkungan sekolah menuju masyarakat untuk menyebarkan nilai-nilai Islam melalui dakwah, keteladanan akhlak, serta pelayanan keagamaan di masjid Muhammadiyah.
BACA JUGA: Gandeng Bobon Santoso, Brigjen TNI Bambang Sujarwo dan Istri Masak Besar di Kebumen
Kehadiran mereka diharapkan mampu menghidupkan suasana Ramadhan, terutama dalam pembinaan anak-anak dan remaja melalui kegiatan TPA, pengajian, serta pembiasaan ibadah berjamaah.
BACA JUGA: Polres Bantul Sita Ratusan Botol Miras Selama Ramadhan
Koordinator program, Isnanto Widi Putranto MPdI, menyampaikan kegiatan ini telah dipersiapkan sejak tiga bulan sebelum Ramadhan. Proses seleksi dilakukan secara ketat dan menyeluruh.
BACA JUGA: Diduga akan Perang Sarung, Enam Remaja Diamankan di Polsek Minggir
“Seleksi meliputi tes membaca Al-Qur’an, praktik bacaan shalat dan wudhu, wawancara, penguasaan wawasan Islam, serta penilaian aspek kepribadian,” jelasnya.
BACA JUGA: Pembawa 2,71 Kilogram Ganja Dari Baturaja Ditangkap di Terminal Jombor
Sebelum diterjunkan ke lokasi masing-masing, seluruh peserta mendapatkan pembekalan intensif. Materi yang diberikan mencakup pendalaman ibadah, penguatan akhlak, teknik komunikasi efektif, public speaking, serta gambaran kondisi sosial dan karakteristik masjid di wilayah Kecamatan Minggir, Sleman dan Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta.
BACA JUGA: Bonaventura Octavito Cahyawani Juara 2 Hackathon Nasional
“Pembekalan ini penting agar murid tidak hanya siap secara materi dakwah, tetapi juga matang dalam bersikap dan mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat setempat,” tambahnya.

Kepala SMA Muhi, Drs H Herynugroho MPd menegaskan program mubaligh hijrah merupakan bagian dari strategi pendidikan karakter sekaligus penguatan kompetensi abad ke-21. Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi keterampilan utama yang harus dimiliki generasi muda saat ini.
BACA JUGA: Harda Kiswaya Safari Tarawih di Masjid Al Ma'unah dan Salurkan Santunan
Di era global, murid dituntut mampu menyampaikan gagasan dengan jelas, percaya diri berbicara di depan publik, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan yang beragam. Selain itu, keterampilan abad ke-21 juga mencakup kemampuan kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, serta problem solving.
BACA JUGA: UMY Salurkan Takjil 4.000 Porsi Setiap Hari bagi Mahasiswa
“Melalui program ini, murid belajar langsung menghadapi masyarakat dengan berbagai latar belakang usia dan karakter. Mereka belajar memilih bahasa yang tepat, membangun kedekatan, serta menyampaikan pesan keagamaan dengan bijak,” ungkapnya. (*)
