Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebagai upaya memberikan ruang dan waktu khusus pada perempuan berpatisipasi dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Sleman, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP 2KB) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Bagi Perempuan Tingkat Kabupaten Sleman, di Hall Rumah Makan Pringsewu Sleman, Kamis (23/2/2023).
Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas P3AP2KB Sleman Mahmudah Arfiyati mengatakan, musrenbang diadakan sebagai upaya Pemkab Sleman melaksanakan pengarusutamaan gender dalam setiap rencana pembangunan.
BACA JUGA: Silaturahmi Surya Paloh-AHY Indikasi 'Kapal Koalisi' Kian Kokoh untuk Kemenangan Pemilu 2024
Menurut Arfiyati, keberhasilan pembangunan ditentukan oleh kemampuan dalam mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki, termasuk perempuan untuk memajukan wilayah Kabupaten Sleman.
Hal tersebut sesuai visi Bupati Sleman Tahun 2021-2026 yaitu terwujudnya Sleman sebagai rumah tangga bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki gotong-royong.
“Partisipasi perempuan harus dapat diwarnai berbagai bidang pembangunan antara lain Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi sehingga tidak ada lagi kesenjangan gender,” kata Arfi.
BACA JUGA: Sengketa Akibat Salah Ukur Tanah Berujung Perdamaian
Dengan adanya musrembang ini,Ia berharap nantinya para perempuan di Sleman dapat membaca isu gender di wilayah mereka yang kemudian dikemas dalam usulan perencanaan anggaran Tahun 2024. Nantinya usulan tersebut dapat dituangkan dalam berita acara yang akan menjadi bahan usulan rencana kerja perangkat daerah di Kabupaten Sleman.
“Dengan begitu diharapkan nantinya dapat terwujud akses partisipasi kontrol dan manfaat (APKM) masyarakat laki- laki dan perempuan secara adil dalam pembangunan,” tambahnya.
Bupati Sleman Kustini dalam sambutanya yang disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Mafilindati Nuraini, berharap musrenbang ini dapat mengawal program pembangunan di Sleman yang responsif bagi perempuan sehingga dapat mengurangi kesenjangan dalam berbagsi dimensi pembangunan.
Para narasumber musrenbang Sleman || YP-Ist
“Saya berharap melalui forum musrenbang bagi perempuan ini partisipasi aktif semua pemangku kepentingan di lingkungan Kabupaten Sleman dapat berembug bersama dalam menformulasikan rencana pembangunan bagi perempuan sehingga kegiatan pembangunan bagi perempuan benar benar sesuai kebutuhan, permasalahan, potensi dsn aspirasi masyarakat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Hariyanto SH: Pencekik Morgan Onggowijaya Bukan GK, Tapi Tersangka RO
Kustini juga mengajak agar semua pemangku kepentingan untuk turut sertsdalam berpatisipasi dan mendukung upaya Pemkab Sleman dalam mewujudkan pembangunan bagi perempuan.
“Saya berharap partisipasi nyata para pemangku kepentingan, bukan partisipasi yang simbolis namun dapat memberikan kepastian bahwa program yang diusulkan dapat terakomodasi,” harap Kustini.
Musrenbang diikuti 122 peserta ini menghadirkan dua nara sumber, Yuni Hastuti Perencana selaku Ahli Muda pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sleman, dan Wasingatu Zakiyah dari Caksana Institut.
Yuni diantaranya menjabarkan, beberapa kebijakan Pemkab Sleman baik yang telah maupun yang akan dilakukan untuk mengakomodir kepentingan dan partisipasi perempuan.
Sementara Wasingatu Zakiyah memaparkan mengenai urgensi musrenbang ini untuk menyuarakan hak perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan. (Agn)
