Pasca Didemo, Notaris Sukarno: Semoga Layanan ATR/BPN Sleman Lebih Baik

share on:
Notaris Soekarno SH || YP-Agung Dwi Purwanto 

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kepala di Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kabupaten Sleman Imam Nawawi resmi ‘dicopot’ dari jabatannya, dan dialihtugaskan menjadi Pejabat Fungsional Madya di Direktorat Jenderal Penataan Agraria, Jakarta. Sedangkan posisi Kepala BPN Kabupaten Sleman kini dipercayakan kepada Andi Reza ka Fitrian Eru Setiawan sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

BACA JUGA: Seru! Puluhan Staf Notaris Geruduk Kantor Pertanahan Sleman, Pelayanan Dinilai Lamban

Pencopotan ini terjadi usai Paguyuban Pegawai Notaris, PPAT, dan Freelance Sleman menggelar aksi unjuk rasa di Kantor BPN Sleman beberapa waktu yang lalu. Dalam aksi tersebut, massa menuntut transparansi jadwal tahapan dokumen tanah serta percepatan birokrasi, khususnya pada loket koreksi berkas dan validasi surat ukur yang dinilai lambat.

BACA JUGA: Ini Respons Pemkab Terkait Unjukrasa Puluhan Staf Notaris terhadap Kantah Sleman

Dengan gantinya Kepala Kantor Pertanahan (AR/BPN) kalangan Notaris dan PPAT menaruh harapan besar agar mampu membenahi pelayanan yang lamban serta pembenahan kinerjanya. 

"Masyarakat ingin pelayanan lebih baik dan lebih cepat. Karena kalau pelayanan lambat juga kami notaris juga kena," ungkap Notaris Soekarno SH, kepada yogyapos.com, di kantornya Jalan Rajiman Sleman, Senin (22/6/2025).

BACA JUGA: Danrem 072/Pmk Buka Gladi Panahan Kids dan Junior 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Sukarno yang berpraktik sebagai Notaris sejak 1999 ini mengatakan, bahwa saat unjuk rasa pihak BPN hanya menerangkan saja tentang tuntutan pengunjuk rasa. Padahal yang diinginkan adalah dialog karena disitu tuntutan bisa diserap lalu adanya jawaban.

Dikatakan, layanan melalui elektronik diasumsikan lebih cepat lebih baik. Namun kenyataan di lapangan belum seperti yang diharapkan.

BACA JUGA: Ratusan Peserta Ramaikan Fun Run Islami dan Shafiyah Expo

"Dengan kejadian seperti unjuk rasa kemarin, harapan kita aspirasi diserap kemudian pelayanan lebih baik, lebih cepat tidak ada lagi ditunda-tunda. Ya lebih simpel dan lebih terbuka transparan," tandas Sukarno yang m,enyelesaikan studi S1 dari Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto Yogyakarta. (Agung DP)

                 


share on: