Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebanyak 135 orang mengikuti sertifikasi pembimbing haji profesional yang diselenggarakan atas kerjsama PWNU, Kanwil Kemenag DIY dan Fakulas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, di Asrama Haji Lingkar Utara Yogayakrta, Sabtu (14/2/2020).
"Dari 135 peserta itu, 12 diantaranya wanita. Diharapkan para peserta menjadi pembimbing yang peofesinal terkait dengan jumlah orang yang ingin beribadah haji semakin bertambah dan banyak diantara mereka yang masih perlu bimbingan dengan baik", kata Ketua Penyelenggara yang juga pakar Komunikasi UIN Suka Yogayakarta, Dr Abdul Rozaqi. Kegiatan proses sertifikasi ini akan berlangsung sampai 8 hari ke depan.
Sementar itu, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, H Fahmi Akbar Idries dalam sambutannya mengatakan, saat ini profesional dalam bimbingan haji semakin dibutuhkan. Selain cukup menjanjikan bagi mereka juga akan memperoleh imbalan di akhirat. Karena para profesional pembimbing haji ini akan menghantarkan dan menjadikan haji yang mabrur bagi jemaah haji.
"Insya Allah dunia akhirat imbalan bagi profesional pembimbing haji. Walau pun antrean pemberangkatan haji semakin lama yaitu yang mendaftar sekarang boleh jadi berangkatnya nanti pada tahun 2047,” kata Fahmi.
Pada kesempatan itu, sebelum membuka acara sertifikasi ini, Kepala Kanwil Kemenag DIY, Dr Edi Gunawan MPdi menyatakan, sebenarnya sertifikasi di bidang bimbingan haji relatif sudah diperlukan sejak lama.
"Sesuai ketentuan, yang bisa menyelenggarakan sertifikasi adalah UIN atau PTAI. Ini sangat positif karena tujuannya agar para jamaah (yang dibimbing) menjadi haji yang mabrur,” jelasnya.
Dalam bimbingan itu juga terungkap bahwa peserta yang lulus sertifikasi akan menjadi pembimbing profesional. Ini juga menguntungkan dilihat dari segi finansial. Sebab menurut informasi, biaya bimbingan haji juga cukup banyak untuk setiap jamaah. (Supardi)
