Kebakaran Hanguskan Gudang Produksi Pabrik Bambu di Pleret, Kerugian Lebih dari Rp 1 Miliar

share on:
Unit Idenifikasi Polres Bantul datang melakukan olah tkp kebakaran.. situasi dan kondisi aman tka || YP-Dok Polres Bantul

Yogyapos.com (BANTUL) - Kebakaran melanda gudang produksi sekaligus ruang oven sebuah pabrik bambu di Padukuhan Jati, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, Sabtu (25/7/2026) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan kebakaran terjadi di area gudang produksi. Api berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran bersama unsur gabungan melakukan upaya pemadaman selama beberapa jam.

BACA JUGA: ‘Prahara Pulau Emas’, Merawat Ingatan Kolektif tentang Bencana Sumatera

"Peristiwa kebakaran terjadi di gudang produksi atau ruang oven pabrik bambu di wilayah Wonokromo, Pleret. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan lebih dari Rp1 miliar," kata Rita.

BACA JUGA: UIN Sunan Kalijaga Yogya Mulai Pembangunan Kampus II di Bantul

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aktivitas produksi di pabrik telah selesai sekitar pukul 15.00 WIB dan sebagian besar karyawan sudah pulang. Saat itu, tiga pekerja masih berada di lokasi untuk membantu membersihkan pohon di rumah yang berada di samping pabrik atas permintaan pemilik.

BACA JUGA: Peneliti UGM Kembangkan Produk Kosmetik Lulur Mandi dari Garam Pantai Selatan

Sekitar pukul 15.30 WIB, salah seorang saksi melihat kepulan asap hitam keluar dari sisi ruang oven. Setelah dilakukan pengecekan melalui pintu geser ruang oven, ternyata api sudah membesar. Upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sempat dilakukan, namun kobaran api tidak berhasil dikendalikan.

BACA JUGA: Bengkel Sepeda di Bantul Ludes Terbakar, Diduga Berawal dari Lilin Saat Listrik Padam

Para pekerja kemudian berupaya mengevakuasi sejumlah barang yang berada di sekitar ruang oven untuk mencegah api merembet lebih luas. Meski demikian, sekitar pukul 16.00 WIB api semakin membesar dan menghanguskan bagian bangunan produksi.

"Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama unsur BPBD, Tagana, PMI, FPRB, serta personel Polsek Pleret. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.25 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan," ujar Rita.

BACA JUGA: Integritas dan Meritokrasi Jadi Fondasi Budaya Baru Kementerian Haji dan Umrah

Dalam proses penanganan, dikerahkan satu tangki air Tagana, satu tangki PMI, dua tangki BPBD, serta dua unit mobil pemadam kebakaran. Polisi juga telah berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Bantul untuk melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

BACA JUGA: Silaturahmi dengan Sri Sultan HB X, Menteri LH Jumhur: Kita Harus Mengayomi Lingkungan

"Untuk sementara, dugaan awal api berasal dari tungku oven produksi bambu. Namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan petugas yang melakukan olah TKP," tutur Rita.

Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti sumber api, sekaligus menghitung total kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut. (Dwa)

 


share on: