Yogyapos.com (BANTUL) - Sebanyak 15 seniman-budayawan bekreteria seniman, pelestari adat atau tradisi dan cagar budaya di Bantul memmeroleh penghargaan berupa uang Rp 10 juta hingga Rp 15 juta dan pin emas dari Dinas Kebudayaan (Disbud) atau Kondho Kabudayan Bantul. Pemberian pengargaan ini dilakukan oleh Bupati Drs H. Suharsono dan Kepala Disbud, Nugroho Eko Setyanto MM, di Ros In Hotel, Sabtu (19/9/2020) petang.
Nugroho Eko Stiyanto, dalaml laporannya mengatakan pemberian penghargaan ini karena para penerima telah berkomitmen melakukan perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan budaya lokal wilayah Kabupaten Bantul. Terjaganya kekayaan dan kehidulan budaya ini turut menguatkan karakteristik Yogyakarta sebagai salah satu pusat kebudayaan yang penting di Indonesia.
“Adanya penghargaan dan apresiasi ini diharapkan bisa menjadi media internalisasi nilai budaya untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan motivasj generasi muda agar lebih peduli upaya memajukan kebudayaan Indonesia,” jelas Nugroho Eko Setyanto.
Para seniman-budayawan yang mendapatkan penghargaan ini masing-masing Murti Raharjo alias Sapar (Ketoprak), Saridal (Mocopat/Langen Carito dolanan anak), Syamsu Stiaji SPd (Sastra dan Teater), Yatini (Sinden).
Para pelestari adat yang diberikan penghargaan yaitu Juremi (Komunitas Gerebeg Selarong), Jodhangan Goa Cerme, Sancoko (Komunitas Upacara Jemedhuling Maeso Suro), Kusnan (Pelaku upacara adat Gunung Pasar Dlingo) dan Agus Sulardi (Pelestari Merti Dusun Karen (majemukan) Tirtomulyo Kretek.
Sedangkan pelestari cagar budaya yang menerima penghargaan, Stoomwals (DPUPKP) Bantul, Masjid Pathok Negoro Dongkelan, Eks Kantor Sinder Tebu Madugondo, Dalem Bupati Kanjengan Imogiri dan Pasar Tradisional Sangkeh Sanden.
Para penerima penghargaan ini sudah melalui seleksi oleh Tim Seleksi yang dibentuk oleh Disbud Bantul terdiri dari pihak-pihak yang berkopeten di bidang seni dan budaya serta sejarah.
Bupat Bantul, Drs H Suharsono dalam sambutannya mengatakan, seni budaya yang dahulu pernah populer, namun kini jarang ditemui, perlu digalakan dan dilestarikan. Seni budaya merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dikembangkan.
Sementars itu, salah seorang seniman (dalang) yang juga memperoleh penghargaan Ki Sutoyo, mengatakan pihaknya menyambut positif dengan adanya pemberian penghargaan ini.
Sebelum penyerahan hadiah, para seniman terlebih dulu dikirab di hadapan para tamu undangan, dimeriahkan dengan sendratari yang diiringi oleh gamelan secara langsung. (Supardi)
