Seminar di UGM, Danrem: Sinergi Akademisi dan TNI Kunci Perkuat Ketahanan Strategis Bangsa

share on:
Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono SSos MSi dalam Seminar Nasional Transformasi Kurikulum Magister dan Doktor Ilmu Ketahanan Nasional yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Sleman, Senin (27/7/2026) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono SSos MSi menghadiri Seminar Nasional Transformasi Kurikulum Magister dan Doktor Ilmu Ketahanan Nasional yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Sleman, Senin (27/7/2026).

BACA JUGA: Gubernur DIY: Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Bukan Sekadar Mengobati

Seminar yang mengusung tema "Membangun Ekosistem Ilmu Ketahanan Strategis Bangsa untuk Meneguhkan Kejayaan Indonesia Raya Menuju Abad Kedua Kemerdekaan" tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan unsur akademisi, pemerintah, TNI, dunia usaha, dan praktisi untuk merumuskan penguatan ilmu ketahanan nasional dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

BACA JUGA: Komitmen Jaga Kondusivitas, Polres Bantul Sita 307 Botol Miras Ilegal di 14 Lokasi

Dalam forum tersebut, Danrem menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan sebuah keniscayaan dalam membangun ketahanan bangsa. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, TNI, dunia usaha, hingga media menjadi modal penting untuk menghasilkan kebijakan dan sumber daya manusia yang mampu menjawab dinamika lingkungan strategis.

BACA JUGA: Lagi, Polresta Yogyakarta Tetapkan Lima Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Litle Aresha

"Saya meyakini bahwa kerja sama antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, TNI, dan media merupakan bentuk sinergi yang sangat baik untuk mewujudkan tujuan bersama dalam memperkuat ketahanan bangsa," ujar Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono.

Danrem juga menyampaikan rasa bangganya sebagai alumni Universitas Gadjah Mada. Ia mengungkapkan bahwa pendidikan yang diterimanya di UGM telah membentuk pola pikir ilmiah yang sangat bermanfaat dalam perjalanan karier, mulai dari pendidikan di Lemhannas hingga National Defense University.

BACA JUGA: Wartawan di Gunungkidul Mantap Mendaftar Sebagai Calon Lurah Ngawu

"Bekal yang saya peroleh dari UGM, khususnya dalam metodologi penulisan ilmiah dan berpikir strategis, menjadi modal penting dalam setiap penugasan, termasuk saat memimpin Korem 072/Pamungkas yang membawahi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan eks Karesidenan Kedu," ungkapnya.

BACA JUGA: Kebakaran Hutan di Imogiri Hanguskan 8 Hektare Lahan, Terjadi Sehari di Dua Lokasi

Menurut Danrem, tantangan bangsa ke depan tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan militer, tetapi juga mencakup persoalan ekonomi, teknologi, sosial, hingga ketahanan sumber daya manusia. Karena itu, pembangunan ketahanan nasional harus dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen bangsa.

BACA JUGA: Eks Jampidsus Febri Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Tanpa Rompi Tahanan dan Tak Diborgol

Seminar nasional ini turut menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, di antaranya Danseskoad Mayjen TNI Dr Agustinus Purboyo SIP MTr (Han), Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional Kementerian Pertahanan RI Sabrang Mowo Damar Panuluh, serta Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Kementerian Pariwisata RI Faisal SST Par MM Par CHE.

BACA JUGA: Di Kota Yogya, Destinasi Wisata Dermaga Cinta Gajah Wong akan akan Dihidupkan

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis dalam penyempurnaan kurikulum Magister dan Doktor Ilmu Ketahanan Nasional, sehingga mampu melahirkan pemimpin, peneliti, dan pengambil kebijakan yang adaptif, inovatif, serta berkontribusi nyata dalam memperkokoh ketahanan strategis bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (*/Red)


share on: