Yogyapos.com (SLEMAN) - Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman menggelar seminar Instrumen Pengukuran Indeks Kalurahan Berkarakter Pancasila, di Aula Lantai III Sekda Sleman, Kamis (15/12/2022).
Sekretaris Badan Kesbangpol Sleman, Indra Darmawan SSos MM menyampaikan kegiatan ini untuk terpahaminya Instrumen Pengukuran Indeks Kalurahan Berkarakter Pancasila di Kabupaten Sleman, serta meningkatkan pengarusutamaan kebijakan pro Pancasila di tingkat Kalurahan.
Sementara itu Staf Ahli Bidang Pamerintahan dan Hukum, Jazim Sumirat SH MHum dalam membacakan sambutan Bupati Sleman menyatakan seminar ini merupakan rangkaian upaya yang dilakukan Pemkab Sleman dalam proses rivitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila di masyarakat melalui pembentukan Kalurahan Berkarakter Pancasila.
Kita sepakat bahwa nilai-nilai Pancasila merupakan simpul pemersatu dalam keberagaman bangsa Indonesia yang terus kita jaga, pondasi utama dalam mengelola keberagaman menjadi sebuah kekuatan bangsa.
Namun kenyataanya selain adanya tantangan internal berupa keberagaman bangsa, kita juga dihadapkan pada tantangan eksternal seperti derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknoligi digital. Sehingga revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan secara masif mulai dari entitas Pemerintahan yang paling kecil seperti Kalurahan.
Saat ini Pemkab Sleman telah memiliki 16 Kalurahan Berkarakter Pancasila. Diharapkan atas dukungan berbagai puhak secara bertahap jumlah ini akan meningkat sehingga nantinya seluruh Kalurahan di Sleman dapat menjadi Kalurahan Berkarakter Pancasila.
Untuk melihat seperti apa pelaksanaanya dalam kegiatan merevitalisasi nilai-nilai Pancasila di masyarakat maka perlu adanya instrumen evaluasi dalam pelaksanaan Kalurahan Berkarakter Pancssila. Namun demikian disadari bahwa peningkatan kualitas tidaklah mudah.
“Saya berharap dengan adanya instrumen indeks Kalurahan Berkarakter Pancasila yang konperhensif maka pelaksanaan Kalurahan Berkarakter Pancasila di Kabupaten Sleman dapat terlaksana secara terukur dan terstandar,” tandas Jazim.
Sementara itu, Drs Mustofa Lidinilah MHum selaku tenaga ahli peneliti di Pusat Studi Pancasila UGM memaparkan indeks yang disusun dengan baik akan menjadi peta penting bagi pembuat kebijakan untuk membandingkan antara suatu daerah dengan daerah lain.
“Dan pengukuran ini sebagai bahan penting peta evaluasi apakah interaksi antara pemerintah desa/kalurahan dengan warga masyarakat maupun sesama warga masyarakat telah didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Adapun tiga Kalurahan yang dilakukan sampling yakni, Madurejo, Margidadi dan Tridadi,” urainya. (*/Agn)
