Yogyapaos.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial melakukan pengarahan bagi pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH), di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (28/2/2023).
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang hadir dalan acara tersebut juga menyerahkan SK kepada perwakilan pendamping sosial. Menurutnya, pendamping sosial program PKH ini menjadi upaya untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman. Terlebih upaya penurunan kemiskinan membutuhkan kerja sama dan komitmen dari semua pemangku kepentingan.
BACA JUGA: Kejutan! Bekas Walkot Yogya Haryadi Suyuti Divonis Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa
“Para pendamping PKH diharapkan turut berperan lebih dalam mencapai target penurunan kemiskinan. Melalui kesempatan ini saya mengajak rekan rekan pendamping PKH untuk memberikan pendamping dan pelayanan terbaik bagi Kekuarga Penerima Manfaat (KPM)PKH guna percepatan pencapaian tujuan program pengentasan kemiskinan,” kata Kustini.
Kustini mengajak pendampig PKH untuk memberikan pendampingan serta pelayanan terbaik bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH guna mempercepat program pengentasan kemiskinan.Sehingga diharapkan tahun ini kita dapat mencapai target penurunan KK miskin nenjadi 75 persen.
BACA JUGA: Hadapi Tantangan Demokrasi, Anggota MPR RI Gandeng Alumni UPN Veteran Yogyakarta
Ia optimis presentase kemiskinan dapat di tekan dengan komitmen bersama. Angka kemiskinan berhasil turun sebesar 0,9 persen dari tahun 2021. Kemiskinan di Kabupaten Sleman di tahun 2022, lalu mencapai 7,74 persen atau sebesar 98,93 ribu jiwa.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Eko Suhargono mengungkapkan untuk Sumber Daya Manusia pelaksana program PKH di Sleman saat ini sebanyak 182 orang yang terdiri 180 pendamping PKH dan 2 orang koordinator tingkat Kabupaten.
Pengarahan bagi pendamping sosial PKH ini merupakan tindak lanjut dari surat keputusan Direktur Jaminan Sosial Kementrian Sosial RI tentang pengangkatan Pendamping Sosial Hingga saat ini, Sumber Daya Manusia Pelaksana Program PKH di Kabupaten Sleman tercatat sebanyak 182 orang.
BACA JUGA: Bharada Richard Eliezer Resmi Jadi Warga Binaan Lapas Salemba
“Terdapat 3 orang pendamping PKH Sleman yang mutasi ke Kabupaten Klaten dan kota Yogyakarta, namun juga tetdapat 11 orang pendamping yang mutasi keluar daerah ke Kabupaten Sleman,” jelasnya.
Ia mengimbau kepada para pendamping agar menjalankan tugas dengan hati. Dengan demikian akan timbul rasa kepedulian, sabar dan tenang saat terjun di masyarakat. (Agn)
