21 Orang Reaktif: 1.300 Pengunjung Pasar Kebumen Jalani Rapid Test

share on:
Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan pantau jalannya rapid test di Pasar Kebumen || YP-Ist

Yogyapos.com (KEBUMEN) - 

Sedikitnya sekitar 1300 pengunjung dan pedagang pasar pagi Temanggungan Kebumen menjalani Rapid Diagnostik Test (RDT). Hasil RDT menunjukkan sebanyak 21 pedagang dinyatakan reaktif positif. Test dilakukan sejak pukul 01.00 WIB melibatkan pengawalan dari Polres Kebumen yang dipimpin langsung  Kapolres AKBP Rudy Cahya Kurniawan bersama Kodim 0709/Kebumen, Sabtu (16/5/2020).

Kapolres Kebumen mengimbau pada seluruh masyarakat tetap waspada, selalu mengenakan masker, dan rajin cuci tangan. RDT dilakukan menyusul adanya satu pedagang pasar dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu lalu. Bagi warga yang dinyatakan reaktif positif RDT, selanjutnya akan dilaksanakan pengujian swab Covid-19 untuk memperoleh hasil lebih akurat.

"Protokol kesehatan sangat diperlukan di masa pandemi virus Corona. Dengan sering melakukan cuci tangan dan mengenakan masker diharapkan bisa memutus mata rantai penularan Covid-19," jelas AKBP Rudy.

Menurut Rudy, pasar pagi Kebumen telah lama menjadi target himbauan Polres Kebumen untuk mengenakan masker. Sampai saat ini, Polres Kebumen juga masih gencar melakukan patroli  membubarkan warga masyarakat yang kumpul-kumpul tanpa tujuan jelas. Di samping itu  melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah Kebumen.

RDT adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG. Antibodi ini  diproduksi oleh tubuh guna melawan virus Corona. Belum menunjukkan hasil positif atau negatif Covid-19.

"Antibodi akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona," kata Rudy.

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun perlu diketahui, pembentukan antibodi tubuh memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

"Jadi, RDT di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring. Bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona," ujar Kapolres. (*/Muf)


share on: