Yogyapos.com (SLEMAN) - Guna mendukung pembinaan atlet dan mempertahankan prestasi sebagai juara umum Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mengupayakan peningkatan infrastruktur olahraga.
BACA JUGA: Gubrak! Lurah Condongcatur Resmi Tersangka Korupsi, Polda DIY: Kerugian Negara Rp 1 M
Sejumlah proyek pengembangan sarana dan prasarana olahraga kini menjadi prioritas, mulai dari revitalisasi Stadion Tridadi hingga pembangunan fasilitas bagi cabang olahraga unggulan.
BACA JUGA: Kedatangan Perdana Debarkasi Jakarta, 391 Jemaah Kloter JKG-01 Tiba di Tanah Air
Ketua Umum KONI Sleman, Haris Sutarta, mengatakan keberhasilan Sleman meraih 171 medali emas dan menjadi juara umum Porda DIY XVII 2025 di Gunungkidul secara beruntun tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah dalam pembinaan atlet maupun penyediaan fasilitas olahraga.
BACA JUGA: Sabo Dam Pakunden Padukan Wisata Alam, Taman Mini dan Kolam
“Untuk mempertahankan prestasi tersebut membutuhkan dukungan pemda. Selain pembinaan melalui pelatda, yang paling utama adalah sarana dan prasarana olahraga untuk latihan maupun penyelenggaraan event. Itu yang membuat prestasi olahraga di Sleman menjadi yang terbaik di DIY,” kata Haris.
BACA JUGA: Garjas Periodik I 2026 di Lapangan Sapta Marga Yonif 403/WP
Menurutnya, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah fasilitas bagi cabang olahraga dengan banyak nomor pertandingan, seperti atletik, akuatik, dan panahan. "Cabang olahraga seperti atletik, akuatik, dan panahan, selama ini menjadi andalan Sleman dalam perolehan medali," ungkapnya.
BACA JUGA: Polres Sleman Amankan Tiga Oknum Pelajar Tersangka Penganiayaan, BB Celurit
Terkait rencana revitalisasi Stadion Tridadi, ia menjelaskan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) telah mengajukan Detail Engineering Design (DED) kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
BACA JUGA: Kebakaran di Jogonegaran Diduga Dipicu Ledakan Trafo, Polsek Gedongtengen Gercep Amankan Lokasi
"Stadion Tridadi direncanakan menjadi stadion atletik berstandar nasional," sebutnya.
Untuk fasilitas kolam renang berstandar nasional. Pihaknya mengaku bahwa di Sleman belum memiliki fasilitas kolam renang berstandar nasional, sehingga untuk penyelenggaraan kejuaraan nasional dan sejumlah event akuatik tingkat nasional masih digelar di luar wilayah Sleman.
BACA JUGA: Menko Polkam Tinjau Perkembangan Koperasi Desa Merah Putih di Tamanmartani
“Event nasional seperti itu peminatnya banyak. Kalau bisa diselenggarakan di Sleman tentu akan memberikan dampak ekonomi dan meningkatkan kunjungan ke daerah,” ujarnya.
BACA JUGA: Puisi Jelek untuk Penguasa Buruk
Untuk mempertahankan gelar juara umum pada Porda XVIII tahun 2027 di Kulon Progo, KONI Sleman mulai melakukan penjaringan atlet melalui berbagai kompetisi. Setelah menggelar Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) pada Mei lalu yang diikuti sembilan cabang olahraga.
BACA JUGA: Peringatan Tri Suci Waisak Nasional Perkuat Persatuan, Toleransi dan Kepedulian Sosial
"KONI akan melanjutkan dengan kejuaraan kabupaten dan program pemusatan latihan kabupaten (Pelatkab) sebagai persiapan menuju Porda 2027," tandasnya.
BACA JUGA: Masyarakat Minang di Yogyakarta Laporkan Abu Janda ke Polda
Kepala DPUPKP Sleman, Sukarmin, mengatakan keberhasilan Sleman meraih empat kali gelar juara umum menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperkuat fasilitas olahraga, terutama bagi cabang olahraga yang berpotensi menyumbang banyak medali dengan kebutuhan anggaran yang relatif kecil.
BACA JUGA: Kuasa Hukum Terdakwa Pemalsuan Merek Minta Kliennya Dibebaskan, Ini Alasannya
“Kami sudah berupaya mencari lahan untuk sport center, termasuk untuk cabang olahraga panahan. Selain itu, Stadion Tridadi akan diprioritaskan untuk memfasilitasi cabang olahraga atletik,”jelas Sukarmin.
Soal DED revitalisasi Stadion Tridadi, pihaknya menyusun dan mendapat respons positif dari Kementerian PU. Lapangan sepak bola tetap dipertahankan. Revitalisasi nantinya juga akan dilengkapi tribun penonton serta berbagai fasilitas olahraga lain yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
BACA JUGA: UAJY Klarifikasi Sejumlah Mahasiswanya dalam Penulisan Abstrak & Presentasi Konferensi Internasional
"Saat ini Pemkab Sleman tengah menindaklanjuti rekomendasi dari Kemenpora untuk mendapatkan dukungan pendanaan,"ungkapnya.
Fasilitas lain yang menjadi atensi, yakni panjat tebing. Lokasi pembangunan masih dalam tahap pembahasan dengan mempertimbangkan masukan dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sleman.
BACA JUGA: Asah Kemampuan Public Speaking, Mahasiswa Agribisnis UMY Bekali Diri Jadi PR Profesional
“Pertimbangan kami adalah cabang olahraga yang potensi peraihan emasnya tinggi dan membutuhkan pembiayaan yang relatif minim. Itu menjadi salah satu skala prioritas usulan kami,” ujarnya.
BACA JUGA: Dua Pengelola Pijat Spa di Jalan Magelang Diadili
Sekretaris Komisi C DPRD Sleman, Untung Basuki Rahmad, menegaskan dukungan legislatif terhadap pembangunan infrastruktur olahraga tetap berjalan meskipun terjadi pengurangan anggaran dari pemerintah pusat. Disebutkan keberhasilan program pembangunan bergantung pada tiga faktor utama, yakni anggaran, regulasi, dan sumber daya manusia.
BACA JUGA: Kunjungi Kodim Sleman, Danrem Brigjen Yuniar Ingatkan Anggota Hindari Pelanggaran
“Bagi kami tidak masalah selama ada skala prioritas. Yang tidak prioritas bisa ditunda terlebih dahulu. Yang mendapat prioritas harus melalui pembahasan bersama antara legislatif dan eksekutif,” kata Untung. (*/Opo)
