Yogypos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten serahkan BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi buruh tani tembakau, di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa(27/12/2022). BLT langsung diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pemkab-sleman-terima-pengembalian-cukai-tembakau-rp-16-miliar-5540
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman Eko Suhargono, menyatakan BLT diberikan kepada Buruh Tani Tembakau ini merupakan hasil dari pengembalian cukai tembakau yang dibagikan pada petani tembakau dan buruh pabrik rokok di wilayah Sleman. Penerima BLT tersebut merupakan para buruh tani tembakau yang sebelumnya telah diusulkan sebagai calon penerima BLT oleh instansi terkait.
Eko juga menyampaikan DBHCHT ini diserahkan kepada 221 Buruh Tani Tembakau yang ada di wilayah Kabupaten Sleman dengan nominal Rp 600.000 setiap orang. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis sejumlah bantuan bagi beberapa katagori penerima yakni lansia terlantar, anak terlantar serta bagi yatim piatu akibat Covid-19.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pemkab-sleman-terima-pengembalian-cukai-tembakau-rp-16-miliar-5540
“Melalui bantuan ini saya harapkan dapat membangkitkan dan menambah semangat serta tekat yang kuat untuk lebih maju dan mandiri. Pemberian bantuan sosial ini diharapkan juga akan mendorong semakin tumbuhnya gerakan kemanusiaan untuk saling menolong sesama terlebih di masa sekarang ini,” ujar Kustini Sri Purnomo.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-jutaan-rokok-ilegal-dimusnahkan-5041
Pemberian bantuan ini merupakan wujud kepedulian serta komitmen Pemkab Sleman membantu meringankan beban serta memudahkan penerima dalam memenuhi kebutuhan sehari hari.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pemkot-yogya-dan-bea-cukai-gencar-berantas-rokok-ilegal-6915
Kustini mengungkapkan, Kabupaten Sleman terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian permasalahan kesejahteraan masyarakat juga perlu ditangani lintas sektoral, berkesinambungan dan sinergi.
“Permasalahan kesejahteraan masyarakat dapat menjadi sumber dari munculnya permasalahan lain seperti stunting, penelantaran anak dan masalah lainnya. Oleh karena itu masalah kesejahteraan merupakan masalah yang harus ditangani secara serius oleh para stakeholder secara sinergi berkelanjutan,” ungkapnya. (Agn)
