Yogyapos.com (SLEMAN) - Unversitas Respati Yogyakarta (Unriyo) melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diselenggarakan secara terpusat di kampus 1 Unriyo di Jalan Adisutjipto Depok Sleman.
Ketua Panitia, Tanti Nurgiyanti SIP MA menjelaskan, kegiatan PKKMB diikuti 800 peserta, di tingkat Universitas, Fakultas dan juga Program Studi, berlangsung selama tiga hari mulai 30/8-1/9/2022, secara luring setelah dua tahun masa pandemi pelaksanaannya dilakukan secara daring.
Rektor Unriyo, Prof Dr dr Santoso MS Sp Ok memastikan tak ada praktik perploncoan dalam kegiatan. Murni dilaksanakan agar mahasiswa dapat mengenal kampus lebih dalam lagi sebagai tempat mereka menimba ilmu dan mengembangkan diri selama di kampus.
“Tujuan jelas pengenalan kampus, untuk mengkondisikan mahasiswa baru yang semula dari SMA ke universitas sehingga mereka siap. Menanamkan nilai-nilai Pancasila dan cinta tanah air, kehidupan berbangsa bernegara serta kesadaran bela negara, itulah konsep kami,” tandasnya.
Materi keiatan meliputi sistem pendidikan tinggi, pencegahan bahaya narkoba, anti intoleransi, sadar lingkungan dan kampus sehat, revolusi industri 4.0, sampai anti kekerasan (perundungan) sesuai dengan arahan dari Dirjen Belmawa Kemendikbud Ristek RI dan pengenalan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Menurutnya, materi revolusi industri 4.0 penting diberikan kepada para mahasiswa baru agar mereka siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif akibat terjadinya disrupsi teknologi, dimana sebagian pekerjaan akan hilang dan digantikan dengan artificial intelegence.
“Kami berharap disamping untuk mengenal kampus, PKKMB juga sebagai persiapan mahasiswa untuk memulai perkuliahan. Dengan mulai dibukanya kembali pelonggaran aktivitas sosial pasca pandemi dan berlangsungnya pendidikan tatap muka, diharapkan para mahasiswa baru dapat beradaptasi dan mempersiapkan diri dengan kebiasaan-kebiasaan seperti sebelum pandemi,” harapnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr Fransiska Lanni MS menambahkan pada tahun ajaran ini pihak kampus telah melaksanakan perkuliahan secara langsung. Sejak bulan Januari 2022, para mahasiswa telah kembali ke kampus secara bertahap untuk mengikuti pembelajaran tatap muka termasuk KKN pada bulan Juni hingga Juli lalu.
“Untuk Tahun Akademik 2022/2023, proses pembelajaran akan dilakukan secara tatap muka dan juga blended learning dan masih dimungkinkan untuk beberapa pembelajaran dilakukan secara daring tergantung situasi dan kondisi,” tuturnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, vaksinasi booster juga menjadi syarat utama bagi para mahasiswa untuk kembali ke kampus. Bagi yang belum booster, kampus siap menfasilitasi untuk vaksinasi ketiga yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melalui Puskesmas yang menaungi Kampus Unriyo.
“Bagi yang belum booster akan didata dan didaftarkan untuk vaksinasi ketiga. Sebelumnya tahun 2021 yang lalu Unriyo menggelar 5 kali vaksinasi bagi dosen, karyawan, mahasiswa dan juga masyarakat. Bahkan lebih dari 60 orang dosen Unriyo merupakan relawan vaksinator DIY dan Kabupaten Sleman,” katanya.
Mahasiswa baru Unriyo tahun ini berasal dari hampir seluruh provinsi di Indonesia (33 Provinsi) kecuali Provinsi Gorontalo. Ada juga dua orang mahasiswa asing dari Timor Leste. Keragaman para mahasiswa ini, kembali mengukuhkan Unriyo sebagai kampus Bhineka Tunggal Ika. (*/Opo)
