Abdul Halim Muslih dan Komunitas Santri Ndalan Salurkan Air Bersih di Seloharjo

share on:
Abdul Halim Muslih bersama Komunitas Santri Ndalan dan Relawan Projotamasari memenuhi harapan warga yang membutuhkan air bersih || YP-Markaban Anwar

Yogyapos.com (BANTUL) – Kepekaan H Abdul Halim Muslih terhadap wong cilik agaknya sangat teruji, dan karenanya patut dipuji. Buktinya, ia bersama Komunitas Santri Ndalan dan Relawan Projotamasari mendistribusian air bersih di desa Seloharjo, Pundong, Bantul, Kamis (17/09/2020).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada musim kemarau beberapa wilayah di Kabupaten Bantul terutama wilayah-wilayah berkontur perbukitan mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Wilayah desa Seloharjo adalah salah satu wilayah yang setiap tahun mengalami kesulitan air bersih.

Seloharjo adalah wilayah pedesaan berkontur perbukitan yang terletak di sisi Timur-Selatan Kecamatan Pundong, secara geografisada dalam bentangan kaki Pegunungan Seribu.Untuk pemenuhan sehari-hari air bersih, warga Seloharjo mengandalkan kiriman air dari truk tangki.

Adanya kabar kesulitan air bersih yang dirasakan masyarakat, mengundang rasa simpatik Relawan Projotamansari untuk lakukan kegiatan bakti sosial (baksos) dalam upaya mengurangi beban kehidupan mereka. Dengan bersinergi dengan Komunitas Santri Ndalan Kecamatan Pundong, Relawan Projotamansari melakukan droping air di desa Seloharjo.

“Kami lakukan Baksos droping air bersih yang disalurkan ke dusun Gowak dan dusun Geger. Masing-masing dusun itu kami droping-kan dua tangki air bersih,” ujar Jarot Mujikaryanto, Kordinator Komunitas Santri Ndalan Kecamatan Pundong.

Dalam pidato sambutan pada kegiatan droping air tersebut, H Abdul Halim Muslihmengungkapkan, Bantul harus dijaga dan dibangun agar masyarakat semakin sejahtera. Namun, dalam proses implementasinya pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, perlu didukung oleh semua elemen masyarakat yang ada.

“Persoalan kekurangan air bersih tidak bisa semuanya diselesaikan pemerintah.Ketika masuk kemarau, sudah banyak laporan warga kekurangan air. Tetapipemerintah punya keterbatasan, mulai dari anggaran dan lainnya. Mewakili pemerintah Bantul kami mengucapkan terimakasih kepada Relawan Projotamansari dan Komunitas Santri Ndalan,” ujar Halim.

Sementara itu, Ketua RT 07 Gowak, Darsono mengungkapkan bahwa sudah satu bulan lebih sumur mulai turun debit airnya. “Air sumur hanya cukup untuk konsumsi, tetapi untuk mandi, mencuci tidak cukup lagi,” ujarnya. (Markaban Anwar)


share on: