Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo Segera Deklarasi, Dukungan Makin Bertambah

share on:
Abdul Halim Muslih (kanan) dan Heri Kuswanto, Pengasuh Ponpes Lintang Songo Piyungan || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Bakal calon (balon) Bupati-Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih  dan Joko Purnomo segera deklarasi bersama menghadapi Pilkada 2020. Deklarasi direncanakan pada pertengahan Agustus diikuti seluruh komponen pendukungnya.

"Deklarasi direncanakan akan dilakukan pada pertengahan Agustus 2020 atau sekitar 20 hari menjelang pendaftaran Pilkada di KPU Bantul. Pendaftarannya dijadwalkan akan dilaksanakan pada awal September tahun ini,” kata Abdul Halim Muslih, saat saresehan dengan para wartawan, di kolam ikan Ponpes Lintang Songo Sitimulya Piyungan Bantul, Minggu (26/7/2020).

Berbagai persiapan sudah dilakukan menuju deklarasi. Untuk mematangkannya masih dilakukan koordinasi oleh kedua tim dari PKB (pengusung Halim) dan PDI Perjuangan (pengusung Joko Purnomo) .

Selain itu, penguatan pasangan juga terus dilakukan. Hal ini diantaranya mengefektifkan komunikasi antara PDI Perjuangan dengan PKB, komunikasi dengan pihak (partai) lain yang juga akan berkualisi dan para komunitas relawan.

"Ya saya yakin, dalam Pilkada 2020 pasangan Halim-Joko kuat. Bahkan dari berbagai kalangan yang menyatakan akan mendukung Halim-Joko juga semakin bertambah,” katanya.

Ditegaskan, tentang hubungannnya dengan perolehan kursi legislatif oleh partai di Pemilu 2019, pihaknya tidak terlalu risau. Sebab jumlah perolehan kursi PKB, PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan dan Partai Golkar serta yang lainnya di Pemilu 2019, dinilai tidak selalu berbanding lurus dengann perolehan suara pada Pilkada Bantul 2020.

"Yang jelas kami yakin dan banyak alasan yang kuat bahwa paslon Halim-Joko akan kuat dan menang,” tegas Halim.

Ia menjelaskan, dalam Pilkada 2020 tata pelaksanaannya lain dengan sebelumnya. Di tahun 2020 mempergunakan protokoler kesehatan. Dengan demikian, misalnya jumlah TPS menjadi lebih banyak yaitu dari sekitar 1.500 menjadi 2.000 lebih, karena alasan protokoler kesehatan.Semula mempergunakan kampanye simtem tatap muka terbuka, namun pada Pemilukada 2020 sistem itu ditiadakan. Kampanye akan diganti dengan sistem dialog paslon di media, media sosial dan tatap muka terbatas.(Supardi)

 

 


share on: