Ada Food Box untuk Penunggu Pasien di RSUP Sardjito

share on:
Pihak Kitabisa.com dan Manajemen RSUP Sardjito saat melaunching food box yang diperuntukkan bagi penunggu pasien || YP/Fadholy

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebagai ujud kepedulian dengan sesama, platform galang dana Kitabisa.com bekerjasama dengan pihak RSUP Sardjito, Jumat (14/2) melaunching Food Box (kotak makan) yang diperuntukkan bagi penunggu pasien di RSUP Sardjito.

Program perdana Kitabisa.com di luar Jakarta ini dalam satu unit food box terdapat sebanyak 100 nasi box yang disediakan dari Senin sampai Jumat. Program food box di RSUP Sardjito ini mengekor kesuksesan program serupa yag telah digeber di RS Evasari dan RSCM Jakarta.

Fara Devana selaku Public Relation Kitabisa.com menjelaskan, agenda ini sebagai komitmen dari Kitabisa.com untuk selalu bergerak di lini sosial membantu masyarakat yang membutuhkan dan berbagi dengan sesama.

“Kami hadir untuk membantu sesama dan meringankan beban. Program foodbox ini kami coba dulu selama 1 tahun. Bertahap akan kami monitoring dan evaluasi. Jika memang responnya luar biasa, unit foodbox bisa ditambah. Jadi kehadiran food box ini sangat membantu bagi penunggu pasien. Untuk sementara ini food box di Yogya ada 2 unit. 1 di Sardjito dan 1 lagi di rumah singgah Kak Domby yang diperuntukkan bagi anak jalanan. Dalam food box selain berisi nasi kotak, juga ada koin donasi. Jadi siapa saja bisa memasukkan donasi tersebut,” ujar Fara di Lobi Rawat Inap I RSUP Sardjito.

Direktur Umum RSUP Sardjito drg Rini Sunaring Putri MKes sangat mengapresiasi langkah hebat tersebut. “Ini program yang luar biasa. Karena sejauh ini jarang ada yang memperhatikan keluarga atau penunggu pasien. Melihat situasi yang tidak mungkin meninggalkan pasien, kami pun merasa ada suatu bentuk layanan bagi penunggu/keluarga pasien. Selain nasi kotak, kami juga menyiapkan air mineral olahan kami sendiri yang telah melalui uji higienis di laboratorium. Untuk standar gizi yang terkandung dalam nasi kotak harus memenuhi kriteria 4 sehat 5 sempurna. Kami pun melakukan uji lab untuk kadar gizi yang terkandung dalam nasi kotak tersebut. Mesin food box ini juga menjaga makanan tetap hangat,” kata drg Rini.

Sementara itu Kabag Hukum dan Humas Banu Hermawan SH menambahkan, regulasi bagi penerima nasi box harus memiliki kartu tunggu rumah sakit. Dan berlaku dalam sehari, 1 orang dijatah 1 nasi box. “Disini kami juga mengedukasi kejujuran bagi penunggu pasien. Karena tidak bisa dipungkiri, pasti ada kejadian yang mengambil lebih dari sekali. Untuk mekanisme baiknya sedang kami godog lagi. Setiap Jumat Satuan Kerja di RSUP Sardjito juga memiliki program Jumat Barokah. Yakni kegiatan spontan saling berbagi dengan sesama di lingkungan rumah sakit,” ungkap Banu.  (Dol)

 

 

 

 


share on: