Adhyaksa Peduli Stunting, Kejari Sleman Edukasi Ratusan Siswa

share on:
Gerakan Aksi Bergizi di SMAN 1 Seyegan, Jumat (5/5/2023) || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com  (SLEMAN) - Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting. Anak yang tumbuh dengan kondisi stunting akan mengalami gangguan perkembangan otak. Bahkan memiliki sistem kekebalan tubuh anak lebih rentan dan berisiko mengalami penyakit kronis pada usia dewasa. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kejaksaan (Kejari) Negeri Sleman, Widagdo SH disela menggelar Adhyaksa Peduli Stunting, Gerakan Aksi Bergizi di SMAN 1 Seyegan, Jumat (5/5/2023). Dalam kegiatan ini dilibatkan sekitar 500 siswa sekaligus menghadirkan lintas sektor baik tingkat kabupaten hingga Kapanewon Seyegan.

“Aksi bergizi kami selenggarakan agar para siswa terbiasa untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, memakan makanan sehat bergizi dan rutin aktivitas fisik,” jelas Widagdo disela kegiatan.

Menurutnya, aktivitas aksi bergizi ini meliputi senam bersama, sarapan sehat, termasuk meminum tablet tambah darah serentak. Yang tak kalah penting dalam kesempatan ini peserta juga mendapatkan edukasi dari Ahli Gizi Puskesmas setempat melalui talkshow yang dipandu oleh Duta Kesehatan Sleman. 

“Kita ketahui bersama bahwa stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis pada masa awal kehidupan anak. Anak yang tumbuh dengan kondisi stunting akan mengalami gangguan perkembangan otak. Bahkan memiliki sistem kekebalan tubuh anak lebih rentan dan berisiko mengalami penyakit kronis pada usia dewasa,” bebernya.

Ditandaskan, dengan digulirkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting pemerintah berupaya keras untuk menurunkan stunting. Telah ditetapkan target penurunan stunting di Indonesia sebesar 14 persen pada tahun 2024. Berdasarkan hasil survai status gizi Indonesia tahun 2022 prevalensi stunting di Kabupaten Sleman sebesar 15 persen.

“Sehingga dibutuhkan kerjasama lintas sektoral dalam penanggulangan dan penurunan stunting termasuk pencegahan sejak dini.

Salah satu bentuk intervensi sebelum kelahiran sesuai Perpres nomor 72 tahun 2021 adalah berupa Aksi Bergizi. Gerakan Nasional Aksi Bergizi merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran siswi dalam membiasakan konsumsi tablet tambah darah, Konsumsi gizi seimbang dan aktifitas fisik bagi anak sekolah,” tuturnya. (Opo)

 


share on: