SEMUA orang akan merasa senang jika mendapatkan anugrah dan keberhasilan. Namun kiat setiap orang untuk memperoleh keberhasilan barangkali tidak sama.
Hal ini dirasakan Ali Sodiq yang baru saja meraih gelar doktor. Dirinya merasa senang dan bersyukur atas keberhasilan meraih jenjang prestasi pendidikan yang lebih tinggi dari sebelumnya.
“Kesulitan itu harus dihadapi dan diselesaikan. Bukan dihindari kalau mau sukses. Alhamulillah meski sulit, tapi akhirnya dapat menyelesaikan jenjang doktor,” tutur Ali Sodiq yang belum lama ini diwisuda sebagai doktor, di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Ali Sodiq kini menjadi Kepala Biro AUPK UIN KHAS Jember. Dirinya sangat peduli dengan pendidikan. Di sisi lain juga memiliki kepeulian terhadap nasib pendidikan anak-anak. Sebab itu ia mengangkat beberapa anak asuh untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Baginya pendidikan merupakan kunci untuk mengubah nasib atau mengangkat derajat seseorang agar lebih lebih baik dan berkah.
“Saya mengawali kuliah S3 saat menjadi Kabag Keuangan dan Akuntansi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mengambil kesempatan mengikuti assessment Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) setelah selesai ujian pendahuluan,” kenangnya.
Bahagia bersama istri dan kedua anaknya
Di saat yang sama masa perjuangan menempuh S3 diberikan kesempatan mengemban amanah menjadi Kepala Biro AUAK UIN KHAS Jember pada tanggal 8 Oktober 2021.
Selain itu aktif di organisasi sosial dan yayasan serta takmir masjid. Salah satu Yayasan yang menaungi Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa (IBISA) Purworejo, diberikan tugas sebagai Sekretaris yayasan.
Kesibukan berorganisasi dan mengabdi pada masyarakat sebagai ASN itu tidak menjadi halangan baginya untuk menyelesaikan pendidkan Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga dalam waktu 3 tahun 5 bulan 14 hari. Sehingga meraih kategori Terbaik Tercepat Program Doktor dengan IPK :3,89.
Kunci sukses kuliahnya sebagaimana ia katakan, saat masih mengambil teori mata kuliah dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen, Ali Sodiq mengambil kesempatan tugas yang mengarah penelitian untuk disertasi. Sehingga ketika menyusun proposal disertasi pada BAB 1 dan BAB 2 sudah selesai dan bisa digunakan untuk mendaftar seminar proposal paling awal.

Disela kesibukan sebagai Kepala Biro di Kampus UIN Khas Jember, Ali Sodiq selalu meluangkan waktu dengan menulis untuk melanjutkan disertasinya. Tanpa berfikir untuk mengedit tulisannya, yang ada saat itu adalah menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan. Proses selanjutnya adalah membaca kembali apa yang telah ditulis sambil mengedit tata tulisan agar tidak mudah berubah pikiran termasuk menambah catatan kaki jika diperlukan.
Kesuksesan meraih gelar Doktor dengan jarak tempuh Jember–Jogya bukan sesuatu yang mudah, karena kesibukan sebagai Kepala Biro dengan agenda pekerjaan yang padat. Namun dibalik kesuksesan itu, Ali Sodiq mengaku tidak lepas dari doa wanita yang telah melahirknanya yaitu ibunda tercinta Hj Mastofah serta Istri yang selalu mendukung dan memberikan motivasi Hj Fransisca Listiariny berprofesi sebagai guru di MAN 4 Bantul.
Ali Sodiq merupakan Doktor ke 4 Program Doktor PAI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Baginya menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban dan tuntunan agama, belajarlah sepanjang hidup jangan ada kata putus untuk belajar. Berdoa, ikhtiar dan tawakal adalah kunci sukses yang diraihnya saat ini. (Spd)
