Yogyapos.com (YOGYA) - Amin Purnama SH sungguh mengejutkan. Namanya bertengger di urutan nomo 4 menyodok sosok-sosok yang selama ini dianggap populer dalam poling bakal calon bupati (balon bupati) yang dilakukan oleh sebuah surat kabar harian (SKH) di Yogyakarta. Hingga kini, ia bertahan di urutan tersebut setelah sebelumnya berada di nomor buntut yakni 15. Seriuskah sosok santun ini mencalonkan diri menjadi orang nomor 1 di Sleman? Padahal sudah cukup lama ia bagai ‘menghilang’ dari hiruk pikuk dunia politik.
“Serius, saya mengajukan diri untuk ikut dalam kontestasi Pilkada 2020 di Sleman,” jawab mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Sleman, Rabu (18/12/2019) petang .
Amin Purnama bukan sosok baru dalam jagat politik. Sebelum reformasi, ia cukup lama menekuni dunia penegakan hukum sebagai pembela umum di LBH Yogyakarta. Kuyub bersama wong cilik, melakukan advokasi untuk kasus-kasus struktural.
Pasca reformasi, ia bergabung dengan PAN yang kemudian dijadikan kendaraan politiknya menuju kursi DPRD Sleman pada 1999. “Saya hanya satu periode di DPRD,” ucapnya.
Setelah tidak menjadi wakil rakyat, pria kelahiran 13 Januari 1964 ini kembali menggeluti profesinya sebagai advokat. Membuka kantor hukum di bilangan Sendangtirto, Berbah, Sleman dan menjadi Komisioner pada KPID DIY selama dua periode (2011-2017).
Ia seperti ditakdirkan selalu berdekatan dengan urusan-urusan rakyat melalui lembaga yang mengkritisi pemerintahan. Lihat saja, pasca dari KPID DIY langsung menjalani pekerjaannya yang baru di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) DIY sejak 2018 hingga sekarang. Itu sebabnya, kita layak tercengang ketika sosok ramah yang anti kemewahan ini tiba-tiba muncul sebagai balon bupati yang tentu saja (jika terpilih) bakal sebagai leader menjalankan roda pemerintahan.
“Sekali lagi ini serius. Saya sudah ‘melamar’ melalui Partai Nardem, Gerindra dan PDIP,” tandas alumnus FH UII dan mahasiswa Pasca Sarjana UJB Yogyakarta.
Dalam pandangan dia, Sleman hari ini sangat membutuhkan kebijakan dan model kepemimpinan yang terencana, terarah, teratur, terukur dan transparan alias 5-T. Sebab sesungguhnya masyarakat Sleman sudah maju. Sehingga perlu pola kepemimpinan yang program-programnya berkesinambungan, terutama yang positif dan pro rakyat untuk menuju Sleman Sembada (Sehat, Elok & Edi, Makmur & Merata, Bersih dan Berbudaya, Aman &Adil, Damai & Dinamis, Agamis) yang menjadi impian dari para pendahulunya.
Amin Purnomo memaparkan, kebijakan dan model kepemimpinan seperti diutarakan diatas, diniscayakan sanggup mengatasi problem-problem riil Sleman hari ini dan masa mendatang; antara lain bertambahnya secara cepat jumlah penduduk, kemacetan lalu lintas pada ruas-ruas jalan utama maupun alternatif, sampah dan pencemaran lingkungan hidup sebagai akibat bertambahnya penduduk dan pemukiman dari tahun ke tahun, penataan penggunaan/peruntukan tanah yang masih kurang tegas dan jelas tentang pembagian zona peruntukan tanah.
Pertambahan penduduk ini juga menjadi perhatian khusus. Sebab Sleman merupakan wilayah di DIY yang terbanyak jumlah pendatangnya. Dan bagi Amin, fenomena ini sangat menarik dan akan selalu diupayakan kehadiran pendatang tidak menggeser secara fisik maupun kultur penduduk asli. Melainkan justru saling menguatkan untuk eksistensi Sleman secara menyeluruh.
“Masih banyak problem yang harus diatasi. Itulah yang menggerakkan hati saya untuk ikut kontestasi 2020 nanti. Saya masih melakukan penjajakan, serta komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Intinya saya berambisi (tapi tidak ambisius) ikut Pilkada demi mewujudkan Sleman yang lebih maju tanpa kemewahan,” tukas yang kurang suka dengan sikap main klaim dalam soal dukungan.
Amin terbilang realistis dalam upaya meujudkan idealismenya. Tentang Sleman, ia pun berambisi meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan, percepatan dan pemerataan ekonomi rakyat demi laju produktivitas melalui manajemen pertanian serta usaha ekonomi kreatif.
“Banyak misi yang akan kami lakukan pada saatnya nanti. Terpenting sekarang adalah memperluas dan memperkuat komunikasi politik dengan parpol dan masyarakat secara keseluruhan. Melalui media online yogyapos.com dan rekan-rekan media lain, ini sekaligus saya mohon doa dan dukungannya,” pungkas Amin. (Met)
