Yogyapos.com (BANTUL) - Data tentang nama dan alamat para penerima bantuan terdampak virus Corona (Covid-19) di wilayah Kabupaten Bantul harus valid, sehingga tidak terjadi salah sasaran dan tumpang tindih dalam pembagian bantuannya kepada masyarakat.
Harapan ini disampaikan oleh Anggota DPRD Bantul dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) asal dapil V, Anton Wahono SSos, saat acara Reses, di Watu Gedog Goasari Pajangan Bantul, Jumat (15/5/2020).
Ia mengungkapkan, terdapat 8 macam bantuan yang ada untuk Bantul. Jumlah total penerimanya ada sekitar 170.407 Kepala Keluarga (KK). Diantarannya bantuan PKH dengan jumlah penerima 11.667 KK. Kartu sembako reguler 35.472 KK. Program sembako perluasan penerimanya ada sebanyak 20.469 KK dan BLT (BST) 21.792 KK.
Sedangkan jumlah penerima BLT (BST) Dana Desa ada 19.860 orang. Bansos APBD untuk 13.537 KK. Bantuan Kartu Pra Kerja belum bisa diketahui secara pasti karena masih dalam proses pendataan. Bantuan lainnya yaitu yang (memperoleh peogram sembako dan PKH) untuk 47.250 penerima.
"Sampai kini jumlah orang yang mengundurkan diri atau berkeinginan untuk tidak dijadikan orang yang terdaftar sebagai penerima bantuan karena merasa mampu dan tidak pantas menerima bantuan ada sekitar 4.171 orang,” kata Anton yang juga anggota Pansus DPRD Bantul membidangi data.
Dikatakan, jadi kalau ada orang merasa mampu dan menolak namanya masuk dalam penerima bantuan, dinilai merupakan hak daripada yang bersangkutan. Bahkan merupakan langkah positif dan aktif serta perlu ditiru oleh orang lain.
Sementars itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Pajangan, Panudiyana yang juga hadir pads reses ini, mengatakan pihaknya kini menggalakkan pencegahan Covid-19 bersama para kader partai dan masyarakat di kecamatan ini.
"Yang kami lakukan banyak hal. Namun yang penting diantaranya mewaspadai dan menyadarkan kepada para pendatang dan masyarskat agar mereka mentaati sosial distanching dan protokoler lainnya yang berlaku,” katanya.
Reses kali ini sistemnya sesuai dengan protokoler yang berlaku yaitu jaga jarak, mengenakan masker, peserta 40 orang dan dibagi menjadi empat tahapan pertemuan yang setiap pertemuan 10 orang. (Supardi)
