Anugerah AKI, Azwar AN Terima Uang Rp 50 Juta dan Pin Emas 5 Gram

share on:
Azwar AN (tengah) bersama Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi dan Sumiasih Yuningsih usai menerima anugerah AKI Yogyakarta || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Seniman teater dan film kawakan Yogya, Azaw AN menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) atas dedikasinya di bidang kesenian. Penghargaan diberikan oleh Kemendikbud Pusat diwakili Ny Triana Wulandari MSi selaku Pamong Madya Bidang Sejarah Kemendikbud, di Kantor BPNB DIY, Ndalem Joyodipuran, Senin (7/12/2020) siang.

Azwar AN sebagai penerima penghargaan dalam kategori Pelopor, Pencipta dan Pembaharu dunia kreatif yang digelutinya. Atas prestasinya, memeroleh apresiasi uang tunai Rp 50 juta dan Pin emas 5 gram (22 karat). Apresiasi juga diberikan kepada Sumisih Yuningsih alias Yu Bheruk dalam kategori Pelestari, serta Pemerintah Kota Yogya dalam kategori Pemerintah Daerah.

Triana mengungkapkan kegiatan pemberian Anugerah Kebudayaan Indonesia dari DIY ini bagian tindak lanjut dari Pengusulan Nominasi Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia yang dilakukan Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan DIY pada bulan Mei. Ada sekitar 25 orang yang kita usulkan, akhirnya mengerucut pada tiga sosok tadi.

“Kegiatan pengusulan nominasi Anugerah Kebudayaan Indonesia ini merupakan upaya konsistensi Pemerintah Daerah melalui Dinas Kebudayaan DIY untuk untuk memberikan apresiasi dan dukungan kepada para seniman dan Budayawan DIY dalam hal meningkatkan peran serta seniman dan budayawan melakukan pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan  Daerah  Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.

Di sisi lain, tandas dia, posisi mereka sudah level Indonesia. Sehingga penganugerahan ini juga menjadi bagian dari upaya kontributif DIY melalui para penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia ini untuk terus memperkenalkan khasanah kebudayaan DIY kepada seluruh Indonesia.

Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia kepada Azwar AN sangatlah layak. Dalam pengamatan yogyapos.com, kehidupan seniman kelahiran Palembang 6 Agustus 1937 didedikasikan pada kesenian. Sejak sekolah di SMA Muhammadiyah 2 ia sudah kuyub di dnia seni, khususnya akting.

Alumnus Akademi Seni Drama dan Teater (Asdrafi) ini kemudian pada 1968 bersama WS Rendra dan Moorti Purnomo mendirikan Bengkel Teater yang bermarkas di Kampung Ketanggungan, Wirobrajan Yogya.

Ketika Rendra hijrah memboyong Bengkel Teater dan menjadikannya ‘Bengkel Teater Rendra’ ke Jakarta, Azwar lebih memilih tetap bertahan di Yogyakarta.

“Saya sudah tresna Yogya dan harus berbuat untuk Yogyakarta,” ucap ayah dari tiga anak Azkamiyanto Roni SE, Ir Erna Azmita, Erni Aznita dan istri Titiek Suharti (alm) suatu ketika.

Bukti katresnaan itu yang pertama dilakukan adalah mengumpulkan semua rekan-rekan yang tidak ikut boyongan ke Jakarta. Bersama mereka mendirikan Teater Alam pada 1972, bermarkas di wilayah dalam benteng kraton yaitu Sawojajar 25 Yogyakarta. 

Dari sanalah aktivitas kesenimanannya kian membuncah, bahkan menginspirasi berdirinya kelompok-kelompok teater di tahun 70-an. Diantaranya kemudian muncul Teater Dinasti yang dipandegani Fajar Suharno, Teater Muslim pimpinan Pedro Sudjono dan Teater Ramada pimpinan A Adjib Hamzah. Tak pelak, Yogya ketika itu menjadi kiblat teater Indonesia.

Azwar pula yang menggerakkan Arisan Teater Yogya pada 1974, serta berdirinya Himpunan Teater Yogya (HTY) yang pada awal 80-an menginspirasi aktivitas kelompok teater kampung maupun kampus. Sejumlah anggota Teater Alam disebar ke sejumlah kampus dan kampung untuk menebar 'virus’ semangat berteater. Sejumlah kampus cukup menonjol akibat tebaran ‘virus’ ini antara lain Teater Universitas Cokroaminto (Uncok) yang berkesempatan ikut pentas di Malaysia bersama Teater Alam, Teater UMY, Teater Eska (IAIN, kini UIN sunan Kalijaga) dan Teater Pendapa (USTY).

Sejumlah repertoar teater telah dikerjakan Azwar AN, antara lain pementasan Di Atas Langit Ada Langit, Si Bachil, Ketika Bumi Tak Beredar, Obrok Owok Owok Ebrek Ewek Ewek, Enam Watak Mencari PengarangBung Jendral, Machbet, Hamlet, Promethius, Oidipus Rex, Odipus Dicolonus, Langit Hitam, Qazidah Al Barzanji, Caligula, Dokter Kalera, Kresna Dutha, Dunia Azwar, Karya karya Minikata Rendra dan Tahanan.

Ia juga cukup lama berkiprah di dunia film menyutradarai Cintaku di Kampus Biru, Tiga Cewek Indian, Gara Gara Janda Kaya, Kejamnya Ibu Tiri Tak Sekejam Ibukota, Koboi Sutra Ungu, Sisa Feodal, dan Tante Sundari.

Sedangkan sebagai aktor, Azwar pernah bermain dalam film Susuk Nyi Roro Kidul (1993) Si Kabayan dan Anak Jin (1993), Djago (1990), Hidup Semakin Panas (1989), Sunan Kalijaga dan Syech Siti Jenar (1985), Tergoda Rayuan (1984), Kenikmatan (1984), Cinta Semalam (1983), Jaka Tingkir (1983), Arya Penangsang (1983), Banteng Mataram (1983), Loro Jonggrang (1983), Bayang Bayang Kelabu (1979), Janur Kuning (1979), Koboi Cengeng dan Ateng Mata Keranjang.

Jauh-jauh hari sebelumnya, Azwar pernah menerima penghargaan Seni bidang teater dari Pemerintah Yogyakarta (1986), Man of Yeaer Bidang Pariwisata dari PWI Jawa Tengah (2003) dan Penghargaan Tokoh Teater dari Federasi Teater Indonesia (1916).

Sementara itu sejumlah jabatan pernah digenggam, antara lain  Ketua Parfi Yogyakarta (1980-2005), Ketua Seni Pertunjukan FKY I-FKY VI, Ketua I MTQ Yogyakarta, Pimpinan Pergelaran Tari Ramayana Purawisata (1994-2000), Taman Seni Gabusan (2002-2007) dan Owner Production House Sakti Film (2007-sekarang).

Di usianya yang sepuh, sosok seniman periang ini tetap menunjukkan optimismesnya terhadap masa depan seni pertunjukan di Yogyakarta khususnya. Ia bahkan masih sanggup akting dalam suatu pertunjukan. Tebaran semangatnya terus dilakukan kepada anggota Teater Alam manakala tengah berkumpul untuk suatu kerja kreatif.

“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk semua kawan-kawan. Tetap serius kreatif, insya allah diridloi dan bermanfaat bagi kemanusiaan bagi semuanya. Saya menghaturkan terimakasih kepada Kemendikbud,” ujar Azwar, simpel.

Ucapan terimakasih juga disampaikan puteranya, Rony AN atas apresiasi tersebut. “Yang utama adalah terimakasih kepada Allah SWT dan keluarga besar Teater Alam, sehingga Papa masih diberikan berkah usia panjang dengan kesehatan. Ini smua tak lepas dari doa semua pihak,” ucap, simpel pula. (Ismet NM Haris)

 


share on: