Yogyapos.com (BANTUL) - Pemberian Bantuan Tunai Tambahan (BTT) dari APBD DIY kepada masyarakat terdampak virus Corona (Covid-19) di wilayah Kabupaten Bantul dinilai belum tepat sasaran, karena masih banyak warga yang seharusnya layak memperoleh namun tidak mendapatkannya. Demikian pula banyak warga yang sudah memperoleh bantuan jenis lain misalnya PKH, akan tetapi tetap mendapatkanya. Demikian pula warga yang kategori mampu, tapi ikut menerimanya.
"Ketidak tepatan sasaran itu diduga terjadi di berbagi desa di Bantul. Misalnya di Sumbermulyo Kacamatan Bambanglipiro dan Seloharjo Kecamatan Pundong juga terjadi hal yang sama,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bantul, Ani Widayani dan Sekretarisnya M Badrun, di Bantul, Jumat (29/5/2020).
Menurutnya, dengan adanya permasalahan itu, maka DPC APDESI Bantul telah mengirimkan surat perihal permasalahan bantuan sosail Covid-19 ke Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Surat sudah ditanggapi, namun tentang data para penerima bantuan sosial tambahan sudah ditentukan oleh Pemerintah. Sedangkan data dari Desa Sumbermulyo dari hasil Musyawarah Dusun (Musdus) tidak terpakai.
"Data dari BNBA Pemerintah DIY ada 811 KK yang menerima. Sementara hasil Musdus diperkirakan ada sekitar 129 KK yang tidak tepat sasaran atau sekitar 15an persennya,” jelas Ani Widayani.
Dikatakan, di Sumbermulyo ada dua warga yang mengembalikan bantuan karena merasa sudah mampu dan ada warga lain yang layak menerima. Namun nama penerima tidak bisa digantikan dengan nama lain termasuk oleh warga yang berkateria Kehilangan mata pencaharian, belum terdata (exclusive eror) dan mempunyai keluarga yang sakit menahun atau kronis,” katanya.
Ia menjelaskan, tentang penyaluran BTT dari APBD DIY di Sumbermulyo untuk tahap satu pada hari ini dilaksanakan di Balai Desa, masing-masing menerima Rp 400 ribu. Namun untuk tahap kedua dan ketiga akan dilakukan melalui rekening para penerimannya. Kini petugas juga melayani pembukan rekening untuk persyarslatan pencairan itu.
"Di Kecamatan Pundong terdapat 2.259 penerima BTT. Sedangkan khusus di Seloharjo ada 793 penerima. Dari mereka sebanyak itu terdapat 19 yang mengembalikannya degan tanpa keterangan. Sedangkan yang mengembalikannya dengan alasan sudah mendapat bantuan lain ada 103,” kata M Badrun yang juga Lurah Seloharjo.
Menurut Badrun, permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Desa terkait dengan hal itu, dana desa yang tersedia sudah habis .Sementara Pemerintah Desa juga memerlukan dana untuk kegiatan lain yang juga dinilai penting.
Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat mengenai pemberian bantuan sosial, maka menggalakan sosialisasi kepada masyarakat melalui para dukuh. (Supardi)
